KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net
"Rakyat, termasuk saya, harus melihat situasi itu (KPK dan Polri, red.) dengan posisi dan jarak pandang yang tepat, jangan buru-buru menghakimi dan menyalahkan pihak tertentu sebelum proses hukum selesai," kata Emha yang akrab disapa Cak Nun itu di Semarang, Rabu (11/11).
Menurut dia, dalam kasus tersebut juga belum dapat diketahui siapa pihak yang benar dan siapa yang salah, sebab proses hukumnya saja masih berjalan.
Oleh karena itu, rakyat jangan mendahului proses hukum dan sudah menyimpulkan siapa pihak yang benar dan siapa yang salah.
"Rakyat jangan terjebak untuk membela KPK atau membela Polri, karena mereka adalah institusi buatan manusia yang tak luput dari kesalahan, namun rakyat harus membela kebenaran, karena kebenaran berasal dari Tuhan yang pasti akan segera terlihat," terangnya.
Namun, Cak Nun yakin, bahwa kasus perseteruan yang terjadi antara KPK dan Polri akan segera terkuak dan menemukan titik terang, yang akan menjelaskan siapa sebenarnya pihak yang berada dalam posisi benar atau salah.
"Saya berharap nantinya tidak ada 'dempul-dempul' lagi yang digunakan untuk menutupinya, agar kasus ini segera terselesaikan, dan rakyat harus berada dalam posisi tepat dengan menjadi pendorong terjadinya perubahan yang tengah berlangsung," tandas ayah Noe Letto itu. (ant/bar)
Lihat Profil: Emha Ainun Nadjib, Noe Letto
sungguh menyejukan, betul cak kita harus berpikir jernih dan semua lembaga itu kan berisi manusia jadi mungkin saja melakukan kesalahan jadi jangan juga terlalu mendewakan sesuatu pasti tidak salah harus dibedakan antara institusi dan orang-orangnya