< >

EU Akan Setujui Pelatihan Pasukan Somalia

Sabtu, 14 November 2009 18:32
Kapanlagi.com - Uni Eropa diperkirakan akan menyetujui rencana pada pekan depan untuk melatih sejumlah tentara pasukan bersenjata Somalia, seorang pejabat EU mengatakan, Jumat.

Menurut proposal itu, EU akan melatih sebanyak 2.000 tentara Somalia di Uganda, kata seorang juru bicara kepala kebijakan luar negeri EU Javier Solana. Keputusan diperkirakan akan diambil pada pertemuan para menteri EU Senin dan Selasa.

"Ketika itu disetujui, kami akan meluncurkan rencana itu," ujar Cristina Gallach pada wartawan. "Ada kebutuhan dan kemungkinan bagi EU untuk melatih sejumlah tentara Somalia. Opsi kami lebih suka melakukan pelatihan itu di Uganda."

Pelatihan itu akan melengkapi upaya oleh Prancis, Djibouti dan Uganda, kata Gallach. Somalia mengatakan negara itu ingin memiliki 6.000 tentara yang dilatih dengan baik secara keseluruhan.

Negara itu tidak memiliki pemerintah pusat yang kuat sejak 1991 dan negara-negara Barat telah menjajikan ratusan juta dolar untuk membantunya membangun pasukan keamanannya, yang mengharapkan akan memerangi perompakan dan memulihkan ketertiban setelah lebih dari dua dasawarsa perang.

Pertempuran sejak awal 2007 telah menewaskan 19.000 warga sipil, mencabut 1,5 juta orang dari rumah mereka dan membatasi pemerintah ke beberapa blok penting dari ibukota, dengan pasukan Uni Afrika melindungi sejumlah kota penting.

Penangkapan kapal-kapal internasional di Teluk Aden dan Lautan India oleh geng-geng perompak Somalia telah meningkatkan biaya asuransi dan biaya lainnya di jalur laut yang kritis dan yang menghubungkan Eropa dengan Asia itu.

Dan juga biaya dari perompakan dan pencapaian geng perompak yang meningkat, ada kekhawatiran di Washington bahwa al Qaida ingin berupaya untuk membangun markas latihan di Somalia selatan.

EU tidak dapat memecahkan masalah Somalia tapi dapat menyumbang, tegas Gallach.

NATO dan EU memainkan perang utama menghadapi perompakan di wilayah itu, sementara banyak kapal dari China, Rusia, Jepang dan negara lainnya juga terlibat dalam operasi yang merentang lemah di Samudera India yang luas.

Perompak Somalia sekarang ini menahan sedikitnya 13 kapal dan lebih dari 230 sandera awak. Mereka diperkirakan telah menghasilkan puluhan juta dolar uang tebusan dalam tiga tahun terakhir. (kpl/erl)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar