< >

Exim Biayai Proyek Luar Negeri AKI

Selasa, 03 November 2009 15:15
Kapanlagi.com - Bank Exim Indonesia akan memfasilitasi pembiayaan bagi anggota Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) yang mengikuti proyek konstruksi di berbagai negara dengan bunga kompetitif.

"Kami yang nantinya menyeleksi anggota yang layak mendapat fasilitas pembiayaan mengacu kepada proyek yang digarapnya," kata Ketua Umum AKI, Sudarto di Jakarta, Selasa (3/11), terkait penandatanganan kerja sama dengan Bank Exim Indonesia.

Penandatanganan dilakukan antara Sudarto yang mewakili kontraktor anggota AKI dengan Ketua Dewan Direktur dan Direktur Eksekutif Bank Exim Indonesia Mahendra Siregar, disaksikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Hotel Darmawangsa Jakarta, Senin (2/11) malam.

Sudarto mengatakan, sebagai tahap awal bisa saja bagi kontraktor yang mengalami kesulitan untuk masuk ke luar negeri sendiri menjalin kerja sama operasi (joint operation) dengan yang sudah punya proyek di luar negeri.

Sementara Mahendra Siregar mengatakan, dukungan yang diberikan Bank Exim tidak sekedar pembiayaan akan tetapi juga jaminan serta asuransi pekerjaan jasa konstruksi termasuk kegiatan ekspor selama di luar negeri.

Sudarto lebih jauh mengatakan, dengan dukungan Bank Exim Indonesia maka perusahaan konstruksi yang beroperasi akan lebih kompetitif karena mendapat dukungan bank dari dalam negeri.

Menurutnya, apabila sektor konstruksi mampu menggarap proyek di luar negeri akan memberikan kontribusi positif terhadap devisa berasal dari pengiriman tenaga kerja dan material bangunan.

Hanya saja untuk menggarap proyek di luar negeri masih membutuhkan pertemuan dengan negara-negara yang menjadi sasaran untuk menghilangkan kendala-kendala teknis karena adanya perbedaan peraturan, ungkapnya.

"Seperti di negara-negara Asia Tenggara masih menganut `British System` yang berbeda dengan di Indonesia. Maka harus ada persepsi yang sama dengan memperkecil technical barrier yang ada," ujarnya.

Sudarto mengatakan, saat ini tengah dipersiapkan pelatihan bersama di Singapura dalam rangka menyamakan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan sektor konstruksi di luar negeri.

Dalam sambutannya Menteri PU minta kepada perusahaan konstruksi yang tergabung dalam AKI untuk mulai berorientasi kepada proyek-proyek di luar negeri, tidak lagi memperebutkan kue konstruksi di Indonesia yang semakin kecil.

"AKI yang anggotanya kontraktor besar hendaknya mulai berorientasi ke luar, mengingat kue di sektor konstruksi dalam negeri yang bersumber dari APBN sangat terbatas hanya puluhan triliun rupiah," ujarnya.

Saat ini memang baru terbatas di sejumlah negara Timur Tengah, tetapi masih ada negara-negara di Afrika Utara seperti Aljazair, Libya, dan Tunisia yang potensial, bahkan sudah ada kontraktor yang masuk ke sana, kata Menteri PU. (ant/meg)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar