< >

F-PKB Minta Upaya Langkah Diplomatik Untuk Sanksi Israel

Senin, 02 November 2009 21:56
Kapanlagi.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR meminta Departemen Luar Negeri RI melakukan upaya-upaya diplomatik, khususnya kepada PBB dan dunia internasional, agar badan dunia itu memberikan sanksi berat kepada Israel pasca-penyerbuan ke Masjid Al Aqsa, Palestina.

Kepada pers di ruang wartawan DPR, di Jakarta, Senin, juru bicara FPKB Malik Haramain mengatakan, fraksinya mengutuk sekaligus protes keras atas penyerbuan Israel terhadap Masjid Al Aqsa.

Pada Minggu, 25 Oktober, polisi zionis Israel menyerbu masuk Masjid Al-Aqsa di wilayah Palestina sehingga memicu bentrokan antara warga Arab-Palestina dan polisi Israel serta berakibat terjadinya kebakaran di salah satu bagian tempat suci umat Islam itu.

Selanjutnya, polisi Israel melakukan pengepungan terhadap masjid itu dan menahan jamaah yang semula tengah melakukan sholat di sana.

Masjidil Al Aqsa merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam sedunia setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

"Tindakan penyerbuan Israel itu jelas-jelas melanggar deklarasi universal hak azasi manusia," ujarnya.

Penyerbuan tersebut juga telah menodai dan mengganggu upaya harmonisasi hubungan antaragama di dunia yang selama ini digalakkan semua pihak.

Terkait dengan hal itu, FPKB meminta pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya diplomatik untuk menekan Israel agar menghentikan segala kebiadaban yang selama ini telah mereka lakukan kepada bangsa Palestina.

Selain itu, FPKB juga mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengambil langkah-langkah strategis guna melindungi Palestina dan Masjidil Al Aqsa dari kebiadaban bangsa Israel.

Sementara kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi dunia itu harus segera menghentikan penyerbuan itu sekaligus menuntut tuntas kejadian 25 Oktober dengan segala kewenangan yang dimilikinya serta memaksa Israel bertanggungjawab atas peristiwa itu.

Terhadap AS sebagai salah satu mediator konflik Israel-Palestina diminta agar bertindak netral dan tidak menrapkan standara ganda yang selama ini diterapkan dan menguntungkan pihak Israel.

"Peran AS di tanah Palestina akan membuktikan kesungguhannya sebagai negara utama yang memerangi terorisme dan kesungguhannya menjunjung tinggi perdamaian dan demokrasi," katanya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi I dari FPKB Lilly Chadidjah Wahid mengatakan, peristiwa berdarah di masjid Al Aqsa itu memperkuat indikasi bahwa persoalan yang terjadi di Palestina memang tidak pernah dituntaskan.

"Upaya menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina selalu berlangsung dalam prinsip asimetris yang selalu merugikan pihak Palestina," ujar adik kandung Gus Dur itu. (kpl/dar)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar