< >

Filipina Tambah Pasukan di Lokasi Pembantaian

Selasa, 24 November 2009 19:47
Kapanlagi.com - Filipina Selasa (24/11) mengirimkan ratusan tentara tambahan ke wilayah selatan, tempat orang-orang bersenjata membantai sedikitnya 24 orang dalam kasus terburuk berkaitan dengan Pemilu negara itu. Sebelumnya Manila juga memecat kepala kepolisian provinsi.

Proses Pemilu nasional yang akan berlangsung Mei 2010 telah dimulai pekan lalu, mencatat lebih dari 17.800 calon tingkat nasional dan daerah.

Pemilu di Filipina tidak biasa dicemari oleh aksi kekerasan, terutama di wilayah selatan, di mana pasukan keamanan sedang bertempur dengan pemberontak komunis, kelompok garis keras, dan kelompok-kelompok yang bermusuhan.

Senin lalu, sekitar 100 orang bersenjata menculik sekelompok orang yang akan mendaftar pada pemilihan gubernur di provinsi tersebut. Kelompok sekitar 40 orang itu, termasuk wanita dan wartawan lokal, dibawa oleh orang-orang bersenjata yang melepas tembakan kepada mereka, kata para penyelidik.

Sebanyak 24 mayat telah ditemukan dan seorang pemimpin daerah mengatakan, empat orang selamat di dalam persembunyian.

Presiden Gloria Macapagal Arroyo mengecam aksi kekerasan itu dan memerintahkan pengiriman tentara tambahan ke wilayah tersebut.

"Tidak ada upaya mengecualikan untuk menegakkan keadilan bagi para korban dan menahan para pengkhianat untuk mempertanggungjawabkan di depan hukum," katanya, pada pembukaan sidang kabinet khusus untuk membahas cara-cara mengontrol aksi kekerasan. Kepala kepolisian provinsi Maguindanao dipecat.

Menteri Dalam Negeri Ronaldo Puno mengatakan, pemeriksaan akan diselesaikan dalam dua hari dan juga dilakukan penahanan. "Dalam kasus ini tidak ada yang dirahasiakan," katanya di televisi.

"Penyelidikan langsung akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan ini. Kami telah memiliki beberapa informasi mengenai nama-nama khusus, bukan hanya mereka yang memerintahkan tindakan ini, tapi juga orang-orang yang terlibat di dalamnya," katanya.  (ant/dar)


KOMENTAR PEMBACA |

mas_sutrisno
 
Pemerintah Filipina dlm mengatasi para pemberontak & kelompok bersenjata illegal harus tegas dengan menggelar perang puputan dgn gempuran militer terus menerus selama 24 jam tanpa henti sehingga tdk memberi kesempatan bernapas utk ruang gerak kelompok-2 tersebut ini lebih baik daripada membiarkan tragedi kemanusiaan berlarut-2
(25-11-2009 10:21:11)

Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar