< >

FTZ BBK Minta Izin Permanen Impor Gula

Kamis, 05 November 2009 16:32
Kapanlagi.com - Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ BBK) Ismeth Abdullah meminta izin impor gula diberikan secara permanen, untuk memastikan pasokan gula di kawasan industri tersebut.

"Saya sudah minta ke Menteri Perdagangan, biar izin impor gula, untuk seterusnya," kata Ismeth, di Batam, Kamis (5/11).

Ia mengatakan permintaan itu disampaikan kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, saat Ismeth menerima anugerah dari Menteri Keuangan beberapa waktu lalu.

"Ibu Mari, bilang iya, tapi ngomongnya sambil jalan," kata dia.

Pria yang juga Gubernur Kepulauan Riau meminta sekretaris Dewan FTZ BBK Jon Arizal untuk menindaklanjuti permintaan itu.

"Itu kan tidak formal, Jon, harus menyurati Ibu Menteri untuk tindak lanjut," kata dia.

Menurut Ismeth, penduduk FTZ BBK amat memerlukan gula impor untuk memastikan kecukupan pasokan kebutuhan pokok itu.

Selama ini, pasokan gula untuk Batam didatangkan dari beberapa daerah di Indonesia. Namun, kendala distribusi yang kadang terhalang cuaca membuat pasokan gula berkurang.

Sebelumnya, Departemen Perdagangan mengeluarkan kebijakan khusus impor gula untuk FTZ Batam, Bintan, dan Karimun, untuk menstabilkan harga gula yang sempat melambung sebelum Ramadhan 2009.

Menteri Perdagangan membatasi impor gula FTZ Batam hanya untuk 3.000 ton gula, yang harus tiba pada Oktober. Izin impor, juga hanya berlaku pada Oktober.

Sementara itu, anggota Badan Pengusahaan Batam, I Wayan Subawa mengatakan seluruh gula impor dari Thailand sudah diedarkan ke pasaran.

"Sudah didistribusikan semua, tidak ada lagi yang tersisa di pelabuhan atau belum sampai Batam," kata I Wayan.

Ia mengatakan, sesuai surat Menteri Perdagangan, maka batas akhir impor gula Oktober. Menurut dia, distribusi gula, selanjutnya diawasi Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam.

Mengenai harga, ia mengatakan BP Batam tidak bisa memberikan batasan. "Untuk harga, sesuai dengan mekanisme pasar," kata dia usai rapat koordinasi dengan Bea Cukai dan pengelola Bandara Hang Nadim Batam. (ant/meg)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


BERITA TERKAIT