KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net"Dari hasil survei, kita akan melihat siapa yang paling berpeluang menjadi kepala daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," katanya di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) VIII Golkar se-Kalimantan Selatan (Kalsel), di Banjarmasin, Sabtu.
Musda VIII Partai Golkar se-Kalsel itu berlangsung pada 20-22 November 2009.
Ia menegaskan, dalam Pilkada, Golkar tidak akan mengajukan kadernya untuk menjadi calon kepala daerah yang tak populer atau tidak mendapat dukungan suara terbanyak dari rakyat pemilih.
"Karena itu, kami tetap menunggu hasil survei dari lembaga independen mengenai calon kepala daerah tersebut, yang dilakukan secara bertahap. Hasil survei tersebut, Insya Allah kita minta selambat-lambatnya dua bulan sebelum masa pendaftaran Pilkada," tandasnya.
Sebagai contoh, pendaftaran pilkada di Kalsel, dilaksanakan Maret 2010, maka selambat-lambat Januari, Golkar sudah mengetahui orang yang bakal diusung menjadi calon gubernur (cagub), tambahnya yang didampingi anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, H Syamsul Muarif dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalsel, H Abdussamad Sulaiman Haji Basirun.
Mengenai kampanye Pilkada, mantan Menko Perekonomian dan Menko Kesra pada Kabinet Indonesia Bersatu itu, mengingatkan, calon dari Golkar harus elegan, mengikuti prosedur serta semua ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, katanya, jangan menjelek-jelekkan atau mengungkit-ungkit kejelekan lawan dalam Pemilu kada tersebut. "Apalagi sampai memfitnah, hal itu jangan sampai terjadi," pesannya.
Menurut dia, dalam berkampanye itu yang terpenting, bagaimana menawar program dengan sebaik-baiknya, guna mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat sebanyak-banyaknya pula.
"Sebab sebagaimana diketahui bersama, tujuan pemenangan Pemilu kada untuk mewujudkan pembangunan daerah dan masyarakat setempat yang makmur dan berkeadilan," lanjut pengusaha besar bertaraf nasional dan internasional itu.
"Jadi partai politik (parpol) apapun atau siapapun yang menjadi pemenang dalam Pemilu kada, pada prinsipnya punya tujuan sama, yaitu menyejahterakan dan memakmurkan rakyat," demikian Aburizal Bakrie.
Sementara di Kalsel dari 13 kabupaten/kota, di antaranya terdapat tujuh yang melaksanakan Pemilu kada tahun 2010, ditambah tingkat provinsi, yang rencananya digelar secara serentak 2 Juni mendatang.
Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu kada 2010, terdiri Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru.
Dari sejumlah kabupaten/kota yang melakukan Pemilu kada 2010 itu, diantaranya tiga kepala daerah yang rencananya tetap bertahan atau sebagai "incumbent` yaitu Wali Kota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni, Bupati Banjar, H Gusti Khairul Saleh dan Bupati Balangan H Sefek Effendi.
Sedangkan Bupati Kotabaru, H Sjachrani Mataja dan Bupati Tanbu, H Zairullah Azhar mengincar cagub Kalsel, kemudian Wali Kota Banjarbaru, H.Rudi Resnawan dan Bupati HST, H Saiful Rasyid mengincar calon wakil gubernur (cawagub) provinsi tersebut.
Begitu pula, Gubernur Kalsel yang ada sekarang, H Rudy Ariffin yang akan mengakhiri masa jabatannya 5 Agustus 2010, kembali ikut dalam ajang Pemilu kada mendatang, guna mempertahankan kedudukan sebagai orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut. (kpl/dar)