< >

Harga Minyak Tembus US$80 Per Barel

Jum'at, 30 Oktober 2009 21:11
Kapanlagi.com - Harga minyak melayang-layang di dekat US$80 per barel di perdagangan Asia, Jumat (30/10), di tengah berita Amerika Serikat telah muncul dari resesi panjang dan menyakitkan setelah membukukan pertumbuhan terkuat dalam dua tahun.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember, diperdagangkan pada US$79,92 dalam perdagangan sore, naik lima sen dari hari sebelumnya. Harga menyentuh tertinggi harian US$80,21.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Desember berbalik lebih rendah pada US$77,98, turun enam sen.

Setelah empat kuartal kontraksi berturut-turut, ekonomi terbesar dunia tumbuh pada penyesuaian secara musiman 3,5% pada kuartal September dari tiga bulan sebelumnya, kata Departemen Perdagangan.

Kenaikan ini terbesar sejak kuartal ketiga tahun 2007, ketika pasar kredit subprime memicu krisis keuangan global yang tumpah ke dalam ekonomi dunia.

"Hasil PDB AS kuartal ketiga sangat positif dan beberapa kekhawatiran awal tentang laju pemulihan ekonomi karena itu mereda," kata Victor Shum, kepala senior di konsultan energi Purvin and Gertz di Singapura.

"Minyak yang tergantung di kisaran US$80 dan pedagang sekarang mencari lebih banyak data ekonomi untuk mengkonfirmasi hasil PDB positif ini," jelasnya.

Shum mengatakan bahwa permintaan global yang rapuh di tengah kelebihan pasokan minyak mentah yang berarti minyak tidak mampu untuk mempertahankan harga di atas 80 dolar per barel itu mengejutkan. "Minyak pada tingkat harga ini goyah," katanya.

Pertumbuhan kuartal ketiga Amerika Serikat menegaskan bahwa "yang paling parah dan terpanjang resesi sejak tahun 1930-an sudah selesai," kata rumah penelitian Capital Economics. (kpl/bar)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar