KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
"Kami berharap nggak sampai seperti itu. Kami sadar bahwa kami itu berangkat dari daerah. Bolehlah di panggung kita menjadi star. Tapi kalau dalam kehidupan sehari-hari kita itu orang biasa. Kita masih sering nongkrong di angkringan bareng karena kita sadar awalnya kita itu nobody," terang Widi, sang vokalis, saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jaksel, Rabu (24/06).
Lebih lanjut, mereka mengaku amat bersyukur bisa memiliki barisan penggemar. Apalagi jika mereka beramai-ramai menonton saat Hello manggung. "Sebelumnya yang nonton kita itu cuma 1-10 orang. Tapi sekarang saat kita manggung, pernah sampai jebol pagar pembatasnya. Kejadiannya di Jatim. Kami merasa spektakuler saja. Ini suatu penghargaan," kata Widi lagi.
Namun, kemunculan band-band baru ternyata diiringi oleh isu-isu yang kurang sedap. Seperti d Masiv yang dituduh menjiplak lagu beberapa musisi Barat, Hello pun dikabarkan meniru band asal Amerika, Maroon 5. Hello sendiri tak ambil pusing soal itu.
"Itu biasa aja. Dalam segala sesuatu pasti ada yang mengkritik. Buat kami itu cuma referensi. Koes Plus aja mengidolakan dan menjadikan The Beatles sebagai referensi. Kami nggak takut dicap plagiat. Pokoknya kita akan terus mengevaluasi musik kita," pungkasnya. (kpl/ant/npy)
Lihat Profil: Hello Band, d Masiv, Maroon 5, Koes Plus, The Beatles
y pokoknya kl uda terkenal banget jangan sombong ya,,,inget dl nya kyk apa sampai sekarang