< >

Honduras 'Tanpa Arah' Setelah Kesepakatan Gagal

Sabtu, 07 November 2009 20:41
Kapanlagi.com - Honduras, Jumat tenggelam ke dalam tujuan tanpa arah setelah Presiden Manuel Zelaya, yang ditumbangkan dalam kudeta yang didukung militer mengatakan, kesepakatan yang diperantarai Amerika Serikat akan menghentikan krisis empat bulan negara itu.

Pemilihan presiden yang akan diselenggarakan 29 November dalam keadaan bahaya jika Zelaya menyeru para pendukungnya untuk memboikot mereka, dan kembali turun ke jalan mempertentangkan negara itu.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Ratusan orang bergerak dari Kongres ke kedutaan Brazilia, di mana Zelaya minta perlindungan sejak 21 September, dalam protes di ibukota Jumat.

Zelaya mengatakan, kesepakatan krisis beberapa pekan lalu sudah tak berlaku setelah pemimpin de facto, Roberto Michelleti, membentuk satu pemerintahan baru `persatuan nasional` tanpa keikut-sertaannya.

"Kesepakatan itu kini tidak ada harganya," kata Zelaya kepada AFP Jumat.

Zelaya mengatakan, tidak ada satu butirpun yang dilanjutkan dalam perundingan-perundingan, karena `perjanjian-perjanjian yang ada masih juga dilanggar.`

Dia juga mengatakan, bahwa dia telah `membuat beberapa keputusan` tanpa menguraikan lebih lanjut.

Dia mengatakan tidak akan membuat putusan apakah dia akan tetap tinggal di kedutaan Brazilia sampai masa jabatannya berakhir, 27 Januari depan.

Kemunduran kesepakatan terakhir merupakan pukulan bagi para diplomat AS dan asing, termasuk Menlu AS Hillary Clinton, yang telah menyambut perjanjian itu pekan lalu sebagai kemenangan demokrasi.

"Kami menyeru kedua pihak untuk melakukan upaya terbaik bagi rakyat Honduras, dan segera kembali ke perundingan untuk mencapai kesepakatan, perjanjian mengenai pembentukan pemerintah persatuan," kata juru bicara Deplu AS Ian Kelly di Washington.

"Kami tak sepakat bahwa kedua pihak tidak mengikuti garis yang sangat jelas," kata kesepakatan Kosta Rika, yang bertujuan untuk menghilangkan krisis, kata Kelly.

Kesepakatan itu memberikan kubu Zelaya dan Michelleti sampai Kamis tengah malam untuk membentuk pemerintahan rekonsiliasi, yang diwakili dari kedua pihak.

Mahkamah Agung, Kongres, pemimpin dunia usaha semua mendukung Zelaya, berkubu kiri yang ditumbangkan, di tengah sengketa atas rencananya mengubah konstitusi untuk memperpanjang jabatannya. (ant/dar)




KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar