< >

Jakarta, Kota Terentan Terhadap Perubahan Iklim

Sabtu, 07 November 2009 15:38
Kapanlagi.com - Empat LSM menyatakan, DKI Jakarta merupakan kota yang paling rentan di kawasan se-Asia Tenggara dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Siaran pers dari empat LSM bidang lingkungan hidup dan perairan yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu (7/11), menyebutkan, Jakarta merupakan kota terentan se-Asia Tenggara terhadap perubahan iklim yang dampaknya sudah dirasakan sejak lama oleh nelayan dan masyarakat daerah pesisir.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Empat LSM terebut adalah Institut Hijau Indonesia (IHI), Koalisi Rakyat untuk Keadilan dan Perikanan (KIARA), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), dan Forum Komunikasi Nelayan Jakarta (FKNJ).

Direktur Lingkungan Hirup Perkotaan IHI Selamet Daroyni mengatakan, rentannya Jakarta juga membuat wilayah Jakarta Utara kerap terkena bencana rob sehingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bertindak cepat dalam memastikan terpenuhinya hak-hak dasar korban banjir rob.

Selamet memaparkan, hak-hak dasar tersebut antara lain tempat pengungsian yang layak, sumber pangan, air bersih, dan obat-obatan.

Namun, lanjutnya, hal mendasar yang sangat penting untuk dilakukan adalah mengevaluasi tata ruang wilayah DKI Jakarta.

Koordinator Program KIARA Abdul Halim mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus membuat rencana tata ruang wilayah yang lebih mengedepankan prinsip perbaikan lingkungan hidup dan tanggap atas pelbagai potensi bencana.

Selain itu, lanjut Abdul Halim, Pemprov DKI juga harus meninjau kembali Rencana Induk Penanggulangan Banjir Jakarta agar lebih akomodatif terhadap kepentingan nelayan tradisional dan masyarakat daerah pesisir.

Sebelumnya, banjir rob kembali menggenangi pemukiman warga Marunda, Jakarta Utara, Kamis (5/11) pagi.

Dengan ketinggian air sekitar 60 - 80 centimeter, sekitar 500 kepala keluarga (KK) terendam tempat tinggalnya, dan sekitar 20 hektar tambak juga tenggelam.  (ant/meg)




KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar