< >

Jelang Idul Adha, Harga Gula Melambung

Rabu, 04 November 2009 22:11
Kapanlagi.com - Harga gula pasir di sejumlah Pasar Tradisional di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar melonjak hingga Rp12.500/kg jelang masuknya Idul Adha 1430 Hijriah, terutama di pasar tradisional pinggiran (pelosok).

"Heran, harga gula pasir masih saja naik menjadi Rp12.500/kg, padahal dua hari lalu masih Rp10.500/kg," kata Buyung, warga Lumpo Kecamatan IV Jurai Pessel di Painan, Pessel, Rabu.

Dia mengatakan, kenaikan tiba-tiba tersebut cukup mengagetkan masyarakat setempat.

"Kita menduga, ini pasti ada permainan, soalnya tidak mungkin selang dua hari sudah naik Rp1.500/kg," katanya.

Hal senada dikatakan Rahmat, warga Batang Kapas Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pessel.

"Harga gula sepertinya terus bergerak, dari Rp10.500, 11.000, dan 12.500/kg," katanya.

Sementara itu, Ujang, penjual pengecer di Pasar Inpres Painan Pessel menuturkan, kenaikan sudah terjadi dari pembelian awal pada Distributor besar di Kota Padang.

"Saat pembeli awal, modal juga sudah naik," katanya.

Ia mengatakan, selaku penjual, dirinya tidak bermaksud menaikkan harga dari semula.

"Tapi, mau apa lagi, kondisi pembelian awal sudah menghukum kita selaku penjual," katanya.

Menyoal harga jual di pasar tradisional Rp12.500/kg, Ujang terlihat membantah.

"Tidak benar itu, kita hanya menjual Rp11.000/kg, kalau lebih berkemungkinan dilakukan oknum setempat alias pemilik warung bersangkutan," katanya.

Bupati Pessel, Nasrul Abit, mengatakan pihak pemkab belum akan melaksanakan operasi pasar, khusus gula pasir.

"Kita belum menjadwalkan operasi pasar, sebab kenaikan diprediksi baru sebagian, dan belum masuk tahap mengkuatirkan," katanya.

Ia menambahkan, selaku pemkab, dirinya juga sudah mengingatkan kepada para distributor sembako di Pessel, supaya tidak terlalu "memainkan" harga.

"Kalau sampai dilanggar, sanksi tegas siap menunggu," katanya.  (ant/bar)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar