KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netKeputusan GM itu "sama sekali tidak bisa diterima," kata Menteri Ekonomi Jerman, Rainer Bruederle, kepada media sehari setelah produsen mobil AS itu membatalkan rencana penjualan Opel kepada produsen suku cadang mobil Kanada, Magna Group, dan mitranya dari Rusia, Sberbank.
Pemerintah Jerman dalam sebuah pernyataan semalam mengatakan bahwa GM diharapkan membayar kembali pinjaman yang dibuatnya senilai 1,5 miliar euro.
Berlin telah berupaya keras melobi penjualan 55% saham di perusahaan produsen mobil ini, yang menurut Magna tidak akan mengakibatkan penutupan pabrik di Jerman, meskipun beberapa ribu pekerjaan di negara ini akan hilang.
"Ini yang tidak bisa diterima karyawan karena delapan minggu lagi Natal," Bruederle kata.
Roland Koch, pimpinan pemerintah daerah Hesse, lokasi pabrik utama Opel, mengatakan, dia "terkejut dan pada saat yang bersamaan marah karena upaya selama berbulan-bulan untuk menemukan solusi terbaik bagi Opel telah digagalkan GM."
Jerman, tempat Opel mempekerjakan sekitar 25.000 orang, telah menawarkan bantuan negara senilai 4,5 miliar euro (US$6,6 miliar) untuk Magna dan Sberbank setelah mereka mencapai kesepakatan awal dengan GM pada bulan September.
Pengumuman GM memberikan pukulan yang mengejutkan bagi Kanselir Jerman, Angela Merkel, saat ia mengunjungi Washington dan membuat pidato yang langka untuk kedua kamar di Kongres AS.
Kini, restrukturisasi oleh kelompok dari AS dapat berarti lebih banyak pekerjaan akan hilang di Jerman berdasarkan rencana Magna, dengan sedikitnya satu pabrik ditutup, yang membuat para pekerja takut.
Di Jerman, para pemimpin buruh khawatir dengan keputusan tersebut.
"Langkah General Motors berikutnya akan memeras pemerintah Eropa dan pekerja untuk membiayai rencana restrukturisasi yang tidak bisa dijalankan," kata Kepala Komite pekerja Opel, Franz Klaus, dalam sebuah pernyataan.
"Wakil Partai Buruh akan tidak tahan terhadap hal itu dan akan merapatkan barisan dengan pemerintah," katanya menambahkan.
Kepala komite pekerja di pabrik Opel di Bochum, Reiner Einenkel, kepada AFP mengatakan, "GM membutuhkan uang agar Opel tetap berjalan dan kami akan memastikan pemerintah menyediakan sarana untuk melindungi fasilitas Opel."
Sekitar setengah dari tenaga kerja GM di Eropa bekerja di Jerman, sementara 4.700 lain bekerja di merek Opel lainnya, Vauxhall, di Inggris, dan pabrik Opel sisanya tersebar di Belgia, Polandia, dan Spanyol.
Pimpinan Serikat Buruh IG Metall, Berthold Huber, mengatakan prioritas utama adalah "untuk menghindari PHK secara ekonomi dan menjaga kelangsungan hidup tempat itu."
Pengumuman penjualan unit GM di Eropa meledak menjadi kontroversi karena pemerintahan di Eropa dan Amerika Serikat berselisih pendapat mengenai bagian Opel/Vauxhall mana yang akan diselamatkan dan jenis bantuan apa yang akan ditawarkan.
GM mengatakan sekarang mereka percaya untuk mempertahankan Opel dan merestrukturisasi sendiri divisinya di Eropa akan merupakan pemecahan masalah yang paling hemat, mencatat hal itu akan segera hadir dalam rencana restrukturisasi yang diperkirakan menelan biaya tiga miliar euro (US$4,4 miliar).
CEO GM, Fritz Henderson, bersumpah untuk bekerja sama dengan serikat buruh Eropa "untuk mengembangkan sebuah rencana yang bisa memberi sumbangan bermakna bagi Opel restrukturisasi."
Jerman berharap GM akan "memperkuat kinerja unit Opel," dan "membatasi adaptasi yang tak terelakkan dengan seminimum mungkin" - sebuah eufemisme untuk memangkas pekerjaan, kata juru bicara pemerintah Jerman, Ulrich Wilhelm, dalam sebuah pernyataan.
Dalam pernyataannya, Opel mengatakan, keputusan GM menunjukkan hal itu "terus menjadi pertimbangan Opel sebagai bagian dari strategi perusahaan."
Tapi ahli otomotif Jerman, Ferdinand Dudenhoeffer, kepada saluran berita televisi n-tv bahwa "restrukturisasi oleh GM akan jauh lebih berat dari pada oleh Magna."
"GM mengambil banyak resiko dengan mempertahankan Opel," tambahnya. (ant/meg)