KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netKeyakinan tersebut disampaikan Jaksa Agung Hendarman Supanji kepada Tim Delapan, saat dimintai keterangan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta, Jumat.
"Jaksa Agung memastikan bahwa kasus Bibit dan Chandra akan meyakinkan bukan hanya buat jaksa, tetapi juga meyakinkan hakim dan masyarakat di dalam dan luar negeri," ujar Ketua Tim Delapan, Adnan Buyung Nasution, dalam konferensi pers.
Hendarman, menurut Buyung, menyampaikan bahwa tidak ada keraguan dari kejaksaan untuk melimpahkan berkas perkara Bibit dan Chandra ke pengadilan.
"Itulah versi pendapat dari Jaksa Agung," ujarnya.
Dalam sesi permintaan keterangan, Buyung menuturkan, Jaksa Agung menyatakan masyarakat memang sudah lama kehilangan kepercayaan kepada kepolisian dan kejaksaan, sehingga mereka sudah menduga ada permainan dan rekayasa dalam kasus Bibit dan Chandra.
Tetapi, katanya, Hendarman memastikan kepada Tim Delapan bahwa sama sekali tidak ada rekayasa dalam kasus Bibit dan Chandra.
"Semua pemeriksaan baik fakta, maupun proses hukum, menurut Jaksa Agung, dilakukan secara profesional," ujarnya.
Melalui gelar perkara yang sudah dilakukan, Buyung menambahkan, Hendarman meyakini bahwa semua bukti, baik barang bukti maupun kesaksian dalam kasus Bibit dan Chandra sudah mencukupi.
Menanggapi rekaman pembicaraan dugaan rekayasa `kriminalisasi` terhadap Chandra dan Bibit yang diputar di sidang Mahkamah Konstitusi pada Selasa 3 November 2009, dia menjelaskan, Hendarman amat terperanjat dan telah meminta polisi agar mengusut kebenaran rekaman tersebut.
"Menurut Jaksa Agung, memang menjadi tanda tanya besar. Siapa yang menyadap semua ini, siapa yang membuat rekaman ini, di mana dibuatnya dan sebagainya. Jadi ini memang meninggalkan tanda tanya besar bagi Jaksa Agung sendiri karena beliau tidak pernah tahu adanya rekaman ini," tutur Buyung.
Sementara menanggapi pengunduran diri Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga yang namanya disebut-sebut dalam rekaman tersebut, Buyung mengatakan, Hendarman sebenarnya tidak rela Ritonga mengundurkan diri.
"Beliau katakan, bahwa tidak mudah menonaktifkan seorang pejabat tinggi yang berpengalaman seperti Ritonga. Apalagi karirnya bagus, wataknya bagus, jujur, bersih, dan karena itu memang tidak mudah. Beliau menolak menonaktifkan Ritonga, tapi Pak ritonga sendiri atas kemauannya sendiri bukan karena desakan siapa pun mengundurkan diri," demikian Adnan Buyung Nasution. (ant/dar)

semua orang tau,itu juga ada unsur penyuaapan,kalaupun pemerasan benar kenapa harus lari keluar negeri kan beres,lpgika orang umum jelas ada penyuapan dari anggoro/anggodo,tetapi polisi dan jaksa nampaknya memang melakukan skenario,hal ini nampak dari pemeriksaan ari muladi didepan penyidik menerima telpon dari anngodo dari telpon penyidik,ok polisi dan jaksa nampak tidak amanah dalam kasus ini

Ritonga jujur? Ok, mari kita coba percayai pernyataan itu biarpun dengan susah payah. Nah, bagaimana kalau untuk membuktikan kebenaran pernyataan itu rekan2 wartawan menyelidiki rumah tinggal, kendaraan dan aset2 yang dimiliki dia. Jangan tanggung2, coba selidiki aset2 yang dimiliki para jaksa kita yg lain untuk melihat tingkat kejujuran para jaksa. Saya sendiri terheran2 melihat bagaimana seorang jaksa kenalan saya bisa pakai arloji Rolex asli dengan kejujurannya... Pembuktian hal2 seperti ini kan gampang, cuma soal niat dan keseriusan aja. Jujur? Jujuuuurrrr....????