KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"Untuk mengurangi rasa kecewa bagi para kenshi yang sudah datang dari 20 negara ke Bali, kami terpaksa menggelar kegiatan latih tanding saja," kata Sekjen PB Perkemi, Ruddy Budi Manappo di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, para kenshi mancanegara tersebut datang dari Jepang, Amerika serikat, Inggris, Belanda, Australia, Meksiko dan lainnya. Mereka adalah atlet terbaik di negaranya yang datang ke Bali untuk bertanding dalam kejuaraan dunia.
Saat ditemui di tengah-tengah latih tanding antarkenshi mancanegara itu, Ruddy mengemukakan bahwa atlet asal Jepang tampil dengan menunjukkan seni dan teknik permainan, maupun pertarungan bebas terbatas yang sangat memukau penonton.
Kejuaraan dunia kempo Shorinji Kempo World Taikai 2009 yang sedianya berlangsung 25-26 Juli dibatalkan pengurus Federasi Kempo Dunia. Pengurus yang berada di Jepang itu juga datang ke Bali untuk membahas kelanjutan kejuaraan tersebut bersama dengan pengurus PB Perkemi.
Pertemuan itu tidak mengubah keputusan pengurus Federasi Kempo Dunia yang tidak akan melanjutkan pertandingan tersebut di Bali karena khawatir dengan keamanan setelah bom meledak di dua hotel di Jakarta, 17 Juli 2009.
Padahal, menurut Ruddy, Bali sebagai daerah kunjungan pariwisata tampak aman dan nyaman. Hal itu terbukti bahwa seluruh kenshi calon peserta dari kejuaraan dunia kempo dengan bebas mendatangi tempat-tempat wisata di Pulau Dewata tersebut.
"Mereka melakukan latih tanding dengan aman, memang penonton atau keluarga atlet yang memasuki gedung latihan di Lila Buwana Denpasar mendapat pemeriksaan oleh petugas setempat," katanya.
Keputusan pembatalan kejuaraan dunia kempo 2009 memang mengecewakan, namun pihak Perkemi dapat memahami sebab siapapun sebagai orang tua tidak akan mengizinkan putra putrinya berangkat bertanding ke negara yang diketahui ada ancaman teroris.
"Pokoknya, pembatalan kejuaraan dunia kempo 2009 di Bali sebagai dampak dari peristiwa Bom di Jakarta," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi), Timbul Thomas Lubis. (kpl/bun)