KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
"Pertama, si moderator kurang bisa memancing si Capres ini untuk berdebat program konkret mereka. Misalnya Capres yang satu ingin menyuruh semua investasi dalam negeri, tapi yang satu kurang bisa mengontra itu. Terlalu umbah-umbuh, kebanyakan basa-basi dan terlalu dijaga," kata Rudi.
"Nah, yang kedua, kelihatan banget karena ada waktu di depan mereka (Capres), mereka jadi lebih mementingkan waktu daripada jawaban mereka," sambungnya.
Pertanyaan yang diajukan moderator, lanjut Rudi, juga terlalu umum dan kurang konkret. Menurutnya, alangkah lebih baik lagi jika pertanyaan itu seperti bagaimana Jakarta bersih dari sampah, peraturan lalu lintas ditaati, dan masalah sampah yang macet. "Hal kecil dan sepele, tapi itu lebih penting," ujarnya saat ditemui di Resto Foodism, FX Sudirman, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Namun, terlepas dari semua kekurangan yang ada, pembesut film horor HANTU RUMAH AMPERA ini juga menilai sudah ada kelebihan di balik Debat Capres yang diadakan. Jika biasanya orang akan lebih bisa mengkritik jika berada di belakang saja, kini berbeda karena para Capres bisa langsung bertatap muka. "Itu penting karena menunjukkan orangnya seperti apa," pungkas Rudi. (kpl/gum/boo)
Lihat Profil: Rudi Soedjarwo
kenapa sih tolok ukurnya selalu jakartaaa jakartaaa dan jakarta. JK janji membebaskan jakarta dari kemacetan. ini nyuruh tanya gmn caranya jkt bersih dr sampah dan macet. bagusnya tu yg menyeluruh. indonesia ngga cuman Jakarta, bung!