< >

Kerajinan Bambu Jatim Diminati di Uni Eropa

Kamis, 05 November 2009 21:11
Kapanlagi.com - Produk kerajinan tangan terutama perabotan rumah tangga yang terbuat dari bambu dari Jawa Timur, dipasarkan ke kawasan Uni Eropa melalui Tunisia.

"Kebetulan kami sudah menandatangani kerja sama Free Trade Area (kawasan perdagangan bebas) di Uni Eropa dengan bea masuk 0%. Sekarang tinggal realisasinya saja," kata Duta Besar Tunisia untuk RI Muhammad Ibnu Said di Surabaya, Kamis.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Untuk bisa masuk ke pasar Uni Eropa, kata dia, produk Tunisia harus memiliki kandungan lokal minimal 40%.

Produk-produk dari bambu yang berasal dari Jatim itu dirakit terlebih dulu di Tunisia sebelum dipasarkan ke Uni Eropa.

"Makanya kami mendorong UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di Jatim untuk memperbanyak pengiriman produknya ke Tunisia," kata Said usai menemui Gubernur Jatim Soekarwo, di ruang kerjanya Jalan Pahlawan, Surabaya.

Untuk sementara ini Tunisia menerima produk kerajinan tangan dari Jatim sebanyak satu kontainer senilai US$20 ribu.

"Perdagangan ini harus berlanjut, minimal Jatim bisa mengirimkan lima sampai delapan kontainer ke Tunisia setiap tahun," katanya.

Selain masalah perdagangan, Said bertemu gubernur untuk membicarakan masalah bea siswa bagi masyarakat Jawa Timur yang ingin melanjutkan studi ke Tunisia.

"Dalam satu tahun kami memberikan bea siswa untuk satu pelajar Jatim yang hendak melanjutkan studi ke Tunisia. Pemerintah Jatim yang mengupayakan tiket perjalanan menuju negara kami," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim Zainal Arifin, tak mempersoalkan bila produk dari Jatim diakui sebagai produk dari Tunusia di pasar Uni Eropa.

"Di Tunisia itu hanya assembling (perakitan). Jadi, tidak ada masalah kalau mereka memasarkannya sendiri ke Uni Eropa," katanya.

Selama ini Jatim selalu surplus dalam hubungan dagang dengan Tunisia. Nilai ekspor Jatim ke Tunisia pada 2008 mencapai US$5,73 juta, sedangkan impor Jatim dari Tunisia tercatat US$5,13 juta.  (ant/bar)




KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar