< >

Ketua DPR: Pembenahan Polri Butuh Waktu

Rabu, 25 November 2009 19:42
Kapanlagi.com - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan, Polri masih memerlukan koreksi dan waktu yang panjang untuk pembenahan institusi tersebut agar dapat memulihkan citranya.

"Saya kira masih perlu waktu yang panjang dan koreksi guna membenahi institusi Polri," katanya usai menghadiri pemberian Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada situs www.ramadhanpohan.com, di Gedung DPR Jakarta, Rabu.

Menurut dia, yang diminta Presiden Yudhoyono adalah melakukan pembenahan dan sekaligus reformasi internal di tubuh Polri.

Oleh karena itu, katanya, hal tersebut harus direspons sebagai upaya dan niat baik memperbaiki citra Polri di mata publik.

"Lho, yang diminta Presiden itu kan pembenahan internal Polri, saya kira itu jelas maksudnya untuk memulihkan citra Polri," tambahnya.

Ia menambahkan, langkah Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang mencopot Komjen Pol Susno Duaji dari jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri tentu sudah jelas, karena hal itu adalah arahan Presiden secara langsung.

"Lho, sinyal dari Presiden kan sudah jelas. Koreksi Presiden Yudhoyono itu perlu ditindaklanjuti oleh Kapolri," ujarnya.

Yang jelas, katanya, pihaknya mendukung langkah Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri membenahi internal Polri.

"Sepanjang itu positif dan baik, ya tentu bagus untuk perbaikan institusi," tandasnya.

Sekjen DPP Partai Demokrat itu menambahkan, pencopotan Susno itu pertanda Polri serius dan ingin menegakkan hukum sehingga masyarakat juga diharapkan memberikan respons positif.

"Kita ingin menegakkan hukum, tapi jangan melanggar hukum. Jadi wajar saja itu dilakukan (pencopotan)," tegasnya.

Menyinggung dugaan keterlibatan Susno dalam skandal Bank Century, Marzuki mengatakan, siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum. "Saya kira jelas kalau terlibat akan diproses secara hukum," ucapnya.

Yang jelas, lanjut pria asal Sumsel itu, Fraksi Partai Demokrat sendiri setelah mempelajari hasil audit BPK dan meminta agar kasus skandal Bank Century diungkap secara tuntas agar tak menimbulkan isu-isu negatif.

"Setelah kami dapat audit BPK, memang ada yang harus ditindaklanjuti. Jangan ada penzaliman, atau isu-isu yang sumir," katanya.

Marzuki berharap, penuntasan skandal Bank Century bisa membongkar tabir yang selama ini menutupinya.

"Jangan sampai berkembang ke mana-mana dan menjadi fitnah kepada mereka yang tidak bersalah. DPR komitmen untuk membongkar perkara tersebut menjadi `terang`," ujarnya. (ant/dar)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar