KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"DPT Jatim sudah bersih," katanya, di Jakarta, Kamis, didampingi anggota KPU Sri Nuryanti saat memberikan keterangan tentang dugaan adanya 2,2 juta pemilih ganda di Jatim.
Menurut dia, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary telah mengumpulkan KPU se Jawa Timur untuk mengklarifikasi dugaan adanya pemilih ganda sebanyak 2,2 juta seperti yang dilaporkan oleh Pemuda Pancasila Jatim.
Saat diklarifikasi, diketahui bahwa daftar pemilih tetap yang memuat nama ganda yang diserahkan oleh Pemuda Pancasila, berbeda dengan DPT yang dimiliki KPU kabupaten/kota yang telah direkap sebagai DPT nasional.
"Jumlah kecamatan dalam data yang dimiliki itu saja sudah berbeda," katanya menjelaskan.
Nikmatul mengakui dalam DPT Jatim masih ditemukan adanya nama ganda sebanyak 137.395 orang, 3.244 pemilih yang telah meninggal, 92 orang yang berstatus TNI dan Polri aktif, serta 145 orang di bawah umur.
Namun, temuan-temuan tersebut telah ditindaklanjuti. Nama ganda dan pemilih yang meninggal telah dicoret, demikian pula untuk TNI dan Polri aktif serta anak-anak di bawah 17 tahun yang masuk dalam DPT.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur La Nyalla M. Mattalitti melapor pada KPU pusat tentang indikasi penyimpangan dalam daftar pemilih tetap (DPT) pilpres di Jawa Timur.
Ia mengatakan indikasi penyimpangan pada DPT ini terlihat dari temuan yang memperlihatkan adanya pemilih dengan nama berbeda namun NIK sama dalam DPT, begitu sebaliknya nama sama namun NIK berbeda.
"Telah ditemukan kurang lebih 2,2 juta pemilih dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sama yang terdapat di DPT. Kami telah melaporkan masalah ini ke Panwaslu Jatim dan Bawaslu," katanya. (kpl/dar)