KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"Kelima atlet itu merupakan anggota tim kejuaraan dunia dan diminta segera pulang ke Jamaika untuk memberikan keterangan," kata salah seorang ofisial yang tidak bersedia memberikan jati dirinya kepada Reuters.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Komisi Badan Anti-doping Jamaika menyatakan kelima atlet itu diperiksa positif menggunakan obat terlarang ketika mengikuti kejuaraan nasional bulan lalu.
"JADCO mengadakan 43 test dalam kejuaraan atletik senior nasional yang diadakan pada 26 hingga 28 Juni 2009 di National Stadium. Contoh pemeriksaan itu diserahkan kepada WADA (Badan Anti-Doping Dunia) melalui laboratorium di Montreal pada 29 Juni," demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi melalui petinggi Oliver Watt.
"JADCO sudah menerima hasil analisis lab yang mengindikasikan kelima atlet itu bersalah," katanya.
"JADCO memiliki semacam protokol khusus tentang hasil pemeriksaan. Ini termasuk masalah lain menyangkut keterlibatan semua atlet. Karena itu, JADCO tidak perlu informasi lebih lanjut untuk mengeluarkan pernyataan," kata pernyataan itu.
Ofisial itu mengatakan kepada Reuters tidak satu pun dari atlet yang dinyatakan menggunakan obat terlarang pada kejuaraan nasional di Kingston bulan lalu adalah atlet peraih medali emas di Olimpiade Beijing.
Dua atlet merupakan anggota baru Racers Track Club, yang beranggotakan juara Olimpiade dan penyandang rekor dunia Usain Bolt. Pelatihnya Glen Mills juga berada di klub itu.
"Ini menakutkan. Kelima atlet yang positif itu menggunakan obat yang sama. Namun mereka dalam kondisi yang berbeda," kata ofisial itu.
"Saya nyatakan, tidak ada seorang pun bintang dunia yang terlibat. Obat itu sendiri bukan merupakan anabolic steroid dan hanya merupakan obat sederhana, artinya, dengan penjelasan yang meyakinkan pada acara dengar pendapat, si atlet bisa terhindar dari hukuman.
Bolt tidak tahu
Perdana Menteri Jamaika Bruce Golding meminta para ofisial Badan Anti Doping Jamaika dan Asosiasi Atletik Amatir Jamaika mengadakan pembahasan tentang hal itu.
Sprinter Julien Dunkley didepak dari tim Olimpiade Beijing Jamaika tahun lalu karena contoh urinnya menunjukkan adanya kandungan obat terlarang Boldenone.
Dunkley, yang seharusnya menjadi bagian dari anggota lari estafet 4x100 meter putera, dilarang tampil dua tahun. Ia menolak tuduhan menggunakan obat terlarang itu.
Sprinter Jamaika menyapu bersih beberapa nomor lari di Olimpiade tahun lalu, ketika Bolt menjuarai nomor 100 dan 200 meter dengan catatan dunia sedangkan Shelly-Ann Fraser dan Veronica Campbell-Brown menang di nomor 100 dan 200 meter puteri.
Nomor 4X400 meter putera, yang anggotanya termasuk Bolt dan mantan penyandang rekor dunia 100 meter Asafa Powell, juga mendapat medali emas dengan membukukan rekor dunia.
"Saya belum tahun tentang hal itu, mungkin itu hanya rumor. Anda harus bertanya pada agen saya," kata Bolt kepada BBC di London Grand Prix, ketika ia akan bertanding pada nomor 100 meter.
"Saya mendengar rumor dari teman saya bahwa ada beberapa atlet yang positif tetapi saya tidak khawatir tentang itu," katanya. (kpl/cax)