< >

Menlu Jepang Batal Kunjungi Washington

Rabu, 04 November 2009 13:32
Kapanlagi.com - Menteri Luar Negeri Jepang Katsuya Okada batal melakukan kunjungan ke Washington untuk memuluskan hubungan yang diperuncing oleh masalah pangkalan militer menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pekan depan, kata juru bicara tertinggi pemerintah Jepang Rabu.

Kepala Sekretaris Kabinet Hirofumi Hirano mengatakan kepada para wartawan, penundaan rencana kunjungan itu memang rumit dan membantah bahwa hal itu akan berdampak pada hubungan kedua negara, meskipun para investor menyatakan prihatin atas hubungan kedua pihak sejak Partai Demokratik jepang (DPJ) mengambil alih pemerintahan Agustus.

Perdana Menteri Yukio Hatoyama berjanji akan menempa hubungan diplomatik yang lebih independen dengan Washington, yang menggarisbawahi perbedaan ini, terutama berkaitan dengan pemindahan pangkalan marinir AS di pulau selatan Okinawa.

Hatoyama mengatakan sebelum pemilihan bahwa pangkalan Marinir AS di Futenma, merupakan sumber yang menyebabkan ketidaksenangan penduduk setempat. Karena itu pangkalan tersebut harus dipindahkan ke luar pulau.

Namun Washington ingin mendesakkan rencana 2006 yakni memindahkan pangkalan itu ke daerah Okinawa yang berpenduduk tidak terlalu padat.

Kedua pemerintah belum memutuskan kapan Menlu Okada akan bertemu dengan Menlu AS hillary Clinton, karena kesibukan Okada di parlemen, kata Hirano Rabu.

"Kunjungan ke AS terpaksa dibatalkan," kata Hirano kepada para wartawan.

"Menteri luar negeri sendiri berpendapat ini sebagai jalan untuk lebih memuluskan rencana, tapi saya pikir pembatalan tersebut akan berdampak pada hubungan dengan AS," katanya menambahkan.

Obama dijadwalkan akan berkunjung ke Jepang untuk pertama kalinya sebagai pemimpin pada 12=13 November, sebagai persinggahan pertamanya dalam rangka lawatan ke Asia.

Menteri Pertahanan AS Robert Gates menyeru Jepang dalam kunjungannya bulan lalu, agar segera menuntaskan sengketa pangkalan itu.

Hatoyama, yang pertama kali bertemu Obama di New York di sela-sela pertemuan PBB September, mengatakan dia perlu waktu untuk meninjau kembali rencana tersebut dan tidak akan melakukan kunjungan sebelum batas-waktu mengenai keputusan pangkalan itu ditetapkan.

Hirano Rabu mengatakan, pemerintah Jepang berencana akan meninjau kembali kesepakatan tersebut hendaknya tidak dipandang negatif.

"Meninjau kembali perjanjian dengan AS merupakan sesuatu yang positif, demi hubungan yang lebih dalam dan di semua bidang," katanya. (ant/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


BERITA TERKAIT