< >

Menteri ESDM: Pemda 'Leader' Pembelian Saham Newmont

Rabu, 04 November 2009 17:17
Kapanlagi.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedi Saleh menegaskan, pemerintah sudah memutuskan bahwa tiga pemerintah daerah di NTB sebagai pimpinan pembelian 14% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

"Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin Menko Perekonomian dan dihadiri tiga menteri yakni Menkeu, Meneg BUMN, dan Menteri ESDM pada Selasa (3/11) pagi diputuskan pemda menjadi leader dalam skema pembelian saham divestasi Newmont," kata menteri dalam pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (4/11).

Menurut Darwin, keikutsertaan pemerintah pusat melalui BUMN dalam hal ini PT Antam Tbk dalam pembelian saham NNT tersebut tetap dalam kerangka pemda di NTB sebagai leader-nya.

Darwin sekaligus membantah pemberitaan yang menyebutkan pemerintah sudah memutuskan Antam sebagai leader dalam pembelian 14% saham perusahaan asing yang memproduksikan tembaga dan emas tersebut.

"Berita Antam sebagai leader itu tidak benar. Karena, bukan itu hasil rapat yang dipimpin Menko Perekonomian (Selasa) kemarin," ujarnya.

Proses negosiasi divestasi saham Newmont terbagi menjadi dua bagian yakni antara Newmont dengan pemerintah pusat sebesar 14%, dan Newmont dengan pemerintah daerah untuk 10%.

NNT merupakan perusahaan tambang asing asal AS yang menambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB.

Sebanyak 80% saham perusahaan tersebut dikuasai Nusa Tenggara Partnership yang terdiri dari Newmont Indonesia Ltd sebesar 45% dan 35% oleh Nusa Tenggara Mining Corp dan Sumitomo Jepang.

Sisa saham sebesar 20% dikuasai PT Pukuafu Indah.

Sesuai kontrak karya, NNT diwajibkan mendivestasikan 51% saham asingnya ke pihak nasional paling akhir Maret 2010.

Saat ini, sebanyak 20% sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga NNT mesti mendivestasikan 31% sisanya.

Jadwal divestasi 31% saham NNT sesuai kontrak karya adalah 3% Maret 2006, 7% Maret 2007, 7% Maret 2008, 7% Maret 2009, dan 7% Maret 2010.  (ant/meg)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar