KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netNama Ritonga antara lain disebut dalam pembicaraan yang direkam oleh KPK pada 5 Agustus 2009, 6 Agustus 2009, 8 Agustus 2009, dan 21 Agustus 2009.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Rekaman tanggal 8 Agustus 2009 mengungkap pembicaraan antara Anggodo (AGD) dengan seseorang yang diduga bernama Putranefo. Anggodo adalah saudara Anggoro Widjojo, tersangka dugaan korupsi yang ditangani dan jadi buronan KPK.
Dalam salah satu petikan rekaman, Anggodo berkata kepada Putranefo, "Kon tinggal ngomong iku Anggodo soko Susno ngono yang dijalani (Kamu tinggal ngomong itu Anggodo dari Susno yang dijalankan). Besok pagi mau bicara sama Ritonga. Kon putusno, lek gak yowes gak usah diurus ngono loh. Leg gak, Kon nggoleko pengacara to Fo (Kamu segera putuskan, kalau tidak ya tidak usah diurus. Kalau tidak, kamu cari pengacara)."
Pada kesempatan lain, Anggodo kembali mengatakan, "Lu juga harus punya rasa menganalisa. Bener opo ndak ngono loh. Lek bener mlaku! Lek gak, kon goleko pengacara sopo! Anggodo tinggal ngewangi nyang nggone Susno nyang nggone Ritonga (Anggodo tinggal bantu ke Susno ke Ritonga). Kan terakhir ngono aku. Ngewangi nyang Susno karo Ritonga (Kan terakhir aku bantu ke tempat Susno dan Ritonga."
Selain itu, juga ada pembicaraan yang direkam pada 21 Agustus 2009 antara seorang wanita dengan seorang pria yang suaranya mirip Ritonga. Berikut petikan pembicaraan yang diperdengarkan di sidang MK tersebut:
Wanita : halo bapak, gimana kabarnya? Ini ganti nomor baru pak Pria : ya sudah saya simpan Wanita : saya itu gimana Pak? Gak ikut ga ikut gimana gitu, wong saya itu keleleran Pria : keleleran bagaimana? Wanita : lha iya saya kan di apartemen gak berani pulang pak. Ya toh? Di tempat Joni. Ya kan lama-lama ga enak sama Joni. Saya tuh jengkel sama Anggodo Pria : ya itu, si arinya sudah ditahan ya? Wanita : sudah kok pak, keterangannya tetap dia Pria harus tetap dia itu Wanita : kemarin itu telepon pak, waktu anggodo ke sana ketemu Ari. Anggodo telepon saya terus Ari ngomong sama saya pak, bilang salam buat Pak Ritonga ya. Bilang gitu pak. Untung ketemu Bapak, kalo ga ketemu, aduh (ant/dar)