KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netDalam siaran pers DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim) yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu (4/11), dijelaskan Kelompok negara-negara Afrika secara tegas menyampaikan bahwa kelompoknya tidak ingin melanjutkan negosiasi jika negara-negara maju belum juga memberikan angka penurunan emisi yang pasti.
Hal tersebut disampaikan oleh Delegasi Gambia mewakili Kelompok Afrika pada sidang pleno pembahasan Ad-hoc Working Group Kyoto Protocol di hari pertama Barcelona Climate Change Talk yang sedang berlangsung.
Selain Afrika, negara-negara Pihak lain khususnya negara berkembang telah menyatakan kekecewaan terhadap negara-negara maju yang nampaknya ingin "mematikan" Kyoto Protocol.
Negosiator Delegasi Indonesia, Agus Purnomo menyatakan sepandangan dengan pemikiran kelompok Afrika dan meminta negara-negara maju untuk segera menyampaikan angka-angka penurunan emisi tersebut.
Delegasi Indonesia juga mengharapkan pertemuan di Barcelona, Spanyol dari tanggal 2-6 November 2009 paling tidak sudah memunculkan pilihan angka-angka penurunan emisi yang lebih tinggi dari negara maju, sehingga pada saat pembahasan di KTT Perubahan Iklim UNFCC di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang sudah ada kesepakatan yang berarti dan dapat diterima semua negara Pihak.
Negara-negara di Afrika merupakan pihak yang mengalami dampak yang sangat serius akibat perubahan iklim, padahal dibandingkan dengan benua lainnya Afrika paling sedikit menyumbang gas emisi.
Di luar sidang, pertemuan di Barcelona ini juga banyak menimbulkan keresahan di antara para delegasi akibat beberapa kejadian penipuan dan perampokan. Korban penipuan ini menimpa salah satu delegasi Indonesia.
Sehubungan hal ini, delegasi Indonesia melalui Kelompok 77 telah meminta perhatian Sekretariat maupun pihak tuan rumah untuk keamanan para delegasi yang hadir. (ant/meg)