KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net"Januari-September 2008, nilai ekspor Sumut ke India sudah mencapai 1,252 miliar dolar AS, sementara periode sama tahun ini masih 761,849 juta dolar AS atau turun 39,16%," kata Kepala BPS Sumut, Alimuddin Sidabalok, di Medan, Sabtu (7/11).
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Dibandingkan periode Agustus, realisasi ekspor ke India pada September 2009 juga turun cukup besar yakni 22,71% atau tinggal 96,805 juta dolar AS.
Sesuai data, kata dia, penurunan devisa dari India itu akibat melemahnya penerimaan dari penjualan CPO dan termasuk produk turunannya.
Secara total, penurunan ekspor lemak dan minyak hewan/nabati Sumut sepanjang tahun ini memang sangat besar atau 46,78%.
Dari 3,667 miliar dolar AS pada tahun lalu, misalnya, nilai ekspor golongan barang itu pada tahun ini tinggal 1,951 miliar dolar AS, di mana sebagian besar pasar lemak dan minyak hewan/nabati Sumut itu ditujukan ke India .
"Tapi meski mengalami penurunan, nilai ekspor Sumut ke India itu masih saja tertinggi dibandingkan ke negara lain," katanya.
Setelah India yang totalnya 761,849 juta dolar AS, nilai ekspor Sumut terbesar lainnya tahun ini adalah ke Jepang dengan devisa 405,169 juta dolar AS dan ke China 388,516 juta dolar AS.
Eksekutif PT Asian Agri, Laksamana Adiyaksa, mengakui, volume ekspor CPO dan produk turunannya agak tertekan tahun ini akibat dampak krisis global.
Harga jual, kata dia, juga tertekan meski beberapa bulan terakhir ini ada tren menguat menyusul permintaan yang juga sedikit membaik.
"Memang sudah dipastikan, volume dan nilai jual CPO tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu sehingga total devisa dari hasil sawit itu pasti di bawah realisasi 2008," katanya. (kpl/riz)