< >

LMDH Argomulyo Ekspor Perdana Porang ke Hongkong

Senin, 16 Juli 2007 16:55
Kapanlagi.com - Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argomulyo, Desa Cabean, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jatim melakukan ekspor perdana "chips" (irisan yang dikeringkan-kudapan) Porang (iles-iles) ke Hongkong sebanyak 24 ton.

Ekspor perdana yang dilakukan secara bertahap, yakni 12 ton pada Rabu (12/7) lalu dan sisanya 12 ton pada 24 Juli 2007 bernilai US$36.000.

Menurut Humas Perum Perhutani Unit II Jatim, Ir Murgunadi MM ditemui di Surabaya, Senin, permintaan pasar luar negeri terhadap chips Porang pada tahun 2007 ini sudah mencapai 104 ton. LMDH Argomulyo merupakan binaan dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk Perhutani Unit II Jatim.

"Permintaan saat ini memang baru perusahaan di Hongkong. Ekspor perdana pada bulan ini baru 12 ton dan sisanya 12 ton lagi akan dikirim 24 Juli 2007 mendatang. Insya Allah permintaan Porang bisa terpenuhi semua," paparnya.

Murgunadi mengemukakan, Porang untuk pasar luar negeri ini bisa diolah menjadi bahan makanan seperti tahu (konyaku), mie, tepung, jeli, bahan pembungkus kapsul dan lainnya. Tanaman Porang yang tumbuh di bawah tegakan Jati di KPH Nganjuk merupakan implementasi Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), luasnya saat ini sekitar 750 hektare dan mulai dibudidayakan sejak 2003.

"Namun, petani umbi Porang ini baru bisa merasakan hasilnya pada tahun 2006, yang menghasilkan sebanyak 1.200 ton. Pasarnya pun saat itu masih lokal yang disetorkan ke PT Agro Alam Raya Jombang dan PT Ambico Pasuruan," ujarnya.

Dengan semakin banyaknya pesanan Porang untuk pasar luar negeri, Sekretaris LMDH Argomulyo yang dikonfirmasi melalui ponselnya menambahkan, pihaknya sangat kewalahan. LMDH Argomulyo akhirnya berencana mendatangkan Porang dari daerah lain, seperti dari LMDH Majalengka, Jawa Barat.

"Porang dari Majalengka akan diproses di pabrik LMDH Argomulyo, Nganjuk secepatnya," imbuhnya.

Suparno berharap, dengan adanya pemrosesan umbi Porang di LMDH Argomulyo, harga Porang di pasaran bisa membaik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Harga Porang saat ini terus merangkak naik per kilogramnya, karena para tengkulak mengiming-imingi harga tinggi dan membeli langsung masuk ke petani yang ada di dalam hutan.

"Kami telah meminta kepada petani, agar tidak menjualnya ke tengkulak. LMDH Argomulyo akan memberikan harga lebih tinggi dari tawaran tengkulak, yakni harga Porang basah Rp800 per kg dan Porang yang sudah dikeringkan Rp8.000 per kg. Setelah diproses menjadi chips Porang oleh LMDH setempat, diekspor dengan harga US$1,5 per kg," ungkapnya.

Dia menuturkan, dengan semakin meningkatnya permintaan pasar akan pengelolaan umbi Porang menjadi chips Porang, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa sekitar hutan yang tergabung dalam LMDH.

"Tidak mengherankan, jika setiap kegiatan LMDH Argomulyo ini selalu mendapat dukungan, baik dari pemerintah desanya maupun masyarakat desa sekitar hutan," tuturnya. (*/lin)

KOMENTAR PEMBACA

hening (19-09-2007 10:21:06)
pesan kami. mohon agar di perhatikan kesejahteraan masyarakat keseluruhan bukan hany anggota saja, agar nilai ibadahn dan keberhasilanya dapat dirasakan secara bersama, dan perlu adanya pengembangan produk lain selain porang mumpung, LMDH lagi diatas, dan mintas no telp. pengurus agar dapat diajak kerjasama
LMDH Wono Karyo Gemarang, Gemarang, Madiun