< >

Pakar: Pidato Presiden 'Out of Logic'

Selasa, 24 November 2009 13:33
Kapanlagi.com - Pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI), Effendi Gazali mengatakan, jangan sampai tekad dan maksud pemerintah untuk memberantas korupsi dan menangani berbagai kasus hukum menjadi kegiatan yang di luar logika atau "out of logic".

"Secara ilmiah, sebagian pidato Presiden bisa disebut "out of logic"," kata Effendi Gazali di Jakarta, Selasa (24/11).

Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dimaksud adalah saat Presiden menyampaikan sikap resminya terkait hasil rekomendasi Tim Delapan, Senin (23/11).

Menurut Effendi, dengan adanya hasil audit dari BPK yang menemukan banyak kejanggalan di Bank Century, maka logikanya adalah seharusnya segera dilakukan tindakan tegas.

Namun, lanjutnya, isi pidato Presiden justru tidak menunjukkan langkah yang cepat sekaligus terjadwal dengan pasti untuk mengatasi persoalan itu.

Selain itu, ujar dia, pidato Presiden tidak menjawab sepenuhnya atas seluruh rekomendasi yang telah dikemukakan Tim Delapan.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono dalam pidatonya menyebutkan, harus dipahami bahwa saat dilakukan tindakan terhadap Bank Century, situasi perekonomian global dan nasional berada dalam keadaan krisis.

Hampir di seluruh dunia, terjadi goncangan keuangan dan tidak sedikit pula krisis di dunia perbankan.

Presiden juga menyatakan, Indonesia memiliki pengalaman pahit sekitar satu dekade lalu ketika terjadi rangkaian krisis yang menghancurkan perekonomian sehingga kebijakan terhadap Bank Century sesungguhnya bertujuan mencegah krisis perbankan bahkan perekonomian.

Presiden menyadari bahwa yang menjadi perhatian DPR dan kalangan masyarakat antara lain adalah sejauh mana proses pengambilan keputusan dan tindakan penyaluran dana penyertaan modal sementara kepada Bank Century yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu dinilai tepat.

Dengan telah diterimanya hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus Bank Century, ujar Presiden, maka pemerintah akan segera mempelajari dan nanti akan meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan pihak BI untuk memberikan penjelasan dan klarifikasinya.

"Saya sungguh ingin keterbukaan dan akuntabilitas dapat kita tegakkan bersama. Saya juga ingin semua desas-desus kebohongan dan fitnah dapat disingkirkan dengan cara menghadirkan fakta dan kebenaran yang sesungguhnya," katanya.

Presiden juga menyambut baik niat sejumlah anggota DPR untuk menggunakan Hak Angket dan dia juga telah menginstruksikan Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk mempercepat proses hukum bagi pengelola Century. (ant/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar