< >

Pakistan Khawatirkan Penambahan Pasukan AS di Afghanistan

Jum'at, 27 November 2009 13:15
Kapanlagi.com - Pakistan, Kamis (26/11) meningkatkan peringatan-peringatan bahwa keputusan AS untuk mengirim puluhan ribu tentara lagi ke Afghanistan dapat menggoyahkan wilayah barat dayanya yang dilanda pemberontakan.

"Yang hanya kami khawatirkan adalah bahwa apabila AS mengirim lagi pasukan ke daerah Helmand Afghanistan, jika ada arus para gerilyawan mereka akan bergerak ke Baluchistan," kata Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani dalam satu jumpa pers.

Presiden AS Barack Obama diperkirakan akan memerintahkan lebih dari 30.000 tentara tambahan untuk bertempur melawan pemberontakan yang dipimpin Taliban di Afghanistan apabila ia mengungkapkan strategi baru Afghanistan pekan depan.

"Ini adalah kekhawatiran yang sudah kami bicarakan dengan pemerintah AS, bahwa arus gerilyawan ke arah Baluchistan harus diawasi jika tidak hal itu dapat menggoyahkan Baluchistan," kata Gilani yang berbicara dalam bahasa Inggris.

"Afghanistan yang stabil juga adalah kepentingan Pakistan, tetapi pada saat yang sama kami juga tidak menginginkan negara kami goyah," kata Gilani.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Penasehat Keamanan Nasional AS James Jones dan direktur CIA (Badan Intelijen Pusat) AS Leon Panetta telah mengunjungi Pakistan bulan lalu untuk melakukan perundingan-perundingan dengan para pejabat penting negara itu.

"Kami meminta pemerintah AS untuk berkonsultasi dengan kami menyangkut perubahan paradigma dalam kebijakan...sehingga kami dapat merumuskan strategi kami yang sesuai dengan itu," kata perdana menteri Pakistan itu.

Obama menurut rencana akan mengungkapkan pendekatan baru setelah berminggu-minggu melakukan pertimbangan dan persiapan satu strategi keluar bagi penarikan pasukan dengan perang kini memasuki tahun kesembilan sejak serangan 11 September 2001.

Situasi keamanan memburuk secara cepat di Pakistan sejak Islamabad bergabung dengan perang terhadap teror pimpinan AS dan ratusan gerilyawan Taliban dan kelompok yang punya hubungan dengan Al Qaida lari memasuki Pakistan setelah invasi pimpinan AS di Afghanistan akhir tahun 2001.

Serangan-serangan bunuh diri dan bom-bom menewaskan lebih dari 2.550 orang dalam 29 bulan dan sekitar 2.000 tentara tewas dalam memerangi para gerilyawan sejak tahun 2002. Di provinsi Baluchistan, barat daya Pakistan, ratusan orang tewas dalam pemberontakan separatis sejak tahun 2004.

Obama dikabarkan meningkatkan tekanan pada Islamabad untuk memerangi tidak hanya gerilyawan yang menyerang dalam wilayah Pakistan, tetapi juga mereka yang menggunakan Pakistan sebagai pangkalan dari mana mereka memerangi pemerintah Kabul dan pasukan Barat di Afghanistan. (ant/bun)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar