< >

Pelaksanaan Rip Curl 2009 Menunggu Ombak Besar

Minggu, 02 Agustus 2009 11:24
Kapanlagi.com - Lomba selancar internasional Rip Curl 2009 yang akan diikuti 32 peserta dari dalam dan mancanegara masih harus menunggu ombak bagus di Pantai Uluwatu, Bali.

Pada upacara pembukaan Tour Indonesian Surfing Championship Rip Curl 2009, di Pantai Padang-padang, Kawasan Uluwatu, Sabtu (1/8) petang, panitia menyatakan, lomba selancar yang bergengsi itu masih harus menunggu perkembangan cuaca.

"Bukan masalah hujan atau yang lain walaupun itu juga menentukan, tetapi masalah bentuk dan durasi ombak yang ideal untuk peselancar bermanuver. Ini yang belum bisa dipastikan. Namun seluruh persiapan lomba sudah final," kata Ketua Bidang Lomba Rip Curl 2009, Danny.

Ia mengemukakan, upacara pembukaan dilakukan untuk menentukan nomor punggung peserta dan pengenalan masing-masing peselancar yang turut dalam lomba itu. Di antara peselancar top dunia yang hadir adalah, Bruno Santos dari Brazil yang telah berkali-kali datang ke Bali dan Koa Smith dari Hawaii, Amerika Serikat.

Lokasi lomba yang mengambil tempat di Pantai Padang-padang, diakui sebagian peserta sangat menantang. "Ombak di sini memiliki karakteristik tersendiri di kalangan peselancar dunia dan sangat memacu adrenalin," kata Santos.

Menurut Danny, dalam kejuaraan selancar internasional ini diterapkan kriteria penilaian tertentu, yang secara ringkas menyangkut durasi peselancar di dalam relung gulungan ombak dan keindahan manuver yang dilakukan.

"Semakin lama dia ada di dalam relung gulungan ombak, semakin tinggi nilainya. Demikian juga dengan gerakan dan manuver yang dilakukan, semakin indah dan bervariasi maka semakin baik," kata Danny.

Upacara pembukaan turnamen selancar kelas dunia itu sendiri diminati para wisatawan dalam dan mancanegara yang sengaja datang ke Pantai Padang-padang untuk melihat para peselancar yang akan berlaga.

Menurut CEO Rip Curl Indonesia, Jeffrey Anderson, kehadiran para peselancar dari berbagai negara dan Indonesia ini penting untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

"Kita akan disuguhi kebolehan peselancar kelas dunia yang mengagumkan," katanya.

Ia mengemukakan, Pantai Padang-padang, selain memiliki kekuatan gempuran ombaknya karena langsung berhadapan dengan sisi selatan Samudera Hindia, juga mengandung kesulitan tersendiri bagi para peselancar untuk menaklukkannya.

"Tinggi gelombang yang mampu membentuk relung, bisa mencapai sekitar empat meter yang memberi ruang di dalamnya bagi peselancar untuk bermain-main di atas papan luncur," ujarnya.

Bagi para pengunjung, katanya, pantai yang bersebelahan dengan kawasan wisata Dreamland itu juga mempesona kala senja menjelang, karena pancaran cahaya saat matahari tenggelam bisa dinikmati secara sempurna. Pantai itu sendiri juga memiliki bibir yang terdiri dari batu karang yang berada di ketinggian tebing.     (kpl/bun)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar