KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netKepala Dinas Taman (Distam) Kota Bandung, Kamis, Yogi Suparjo, mengakui untuk mewujudkan taman dengan fasilitas hotspot tidak sembarangan. Hanya taman-taman yang bisa digunakan untuk umum yang bisa difasilitasi hotspot. Misalnya, taman Ganesa yang biasa digunakan anak bermain dan kegiatan belajar.
"Kami sedang mengusahakan untuk bekerja sama dengan PT Telkom agar bisa memfasilitasi hotspot di beberapa taman terbuka," katanya kepada wartawan.
Melihat keberhasilan Kota Surabaya membangun dan memelihara taman, Yogi pesimis Bandung bisa demikian. Lantaran, perbedaan anggaran yang cukup besar.
Menurut Yogi, Kota Surabaya punya anggaran enam kali lipat dibanding Bandung. Jika Kota Bandung hanya menganggarkan Rp2,1 miliar, untuk pemeliharaan maka Kota Surabaya mendapat Rp11 miliar untuk pemeliharaan taman, tanpa pembangunan.
"Kalau untuk membangun taman mereka merealisasikan hubungan kerja sama dengan pihak ketiga. Untuk itu, kami akan mencontoh metode itu," imbuhnya.
Untuk sementara, hasil studi banding ke Surabaya, dapat diimplementasikan dengan membangun dan menata taman Cikapayang-Cihampelas. Ke depan akan membangun taman lebih banyak lagi.
Penataan taman di Surabaya lebih pada penataan warna dan jenis bunga dan daun. Di Bandung hanya mengandalkan pemilihan jenis pohon.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Dada Rosada, mengatakan tidak masalah walau memang ada dana yang berbeda dengan Surabaya, yang penting adanya konsep dari sebuah kota.
"Kepergian kami ke Surabaya adalah untuk menyempurnakan konsep yang telah dimiliki. Perkara dana, nanti akan menyusul," katanya. (ant/roc)