< >

Pemukiman Israel, Penghalang Perdamaian

Rabu, 04 November 2009 10:37
Kapanlagi.com - Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband, Selasa, mengatakan, pembangunan permukiman Israel tidak sah dan menjadi penghalang bagi perdamaian.

Pejabat senior Inggris yang sedang berkunjung Jordania itu menyampaikan pernyataan tersebut selama taklimat Selasa. Selama itu, ia menggaris-bawahi perlunya membangun saling kepercayaan di antara semua pihak yang terlibat dalam proses perdamaian.

Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel macet awal 2009, menyusul terpilihnya pemerintah sayap-kanan Israel, yang menolak untuk mengakui hak orang Palestina dan berulangkali membangkang terhadap seruan AS serta internasional agar membekukan kegiatan permukiman.

Pihak Palestina menuntut penghentian pembangunan permukiman sebagai prasyarat bagi dilanjutkannya pembicaraan perdamaian.

Selasa pagi, Raja Jordania Abdullah II bertemu dengan Miliband, dan mereka membahas berbagai upaya guna mengatasi penghalang terhadap peluncuran pembicaraan perdamaian Palestina-Israel, demikian laporan Kantor Berita Jordania, Petra.

Raja Abdullah mendesak masyarakat internasional agar bertindak "dengan cepat dan efektif" guna mewujudkan perdamaian dengan menciptakan "suasana yang cocok" bagi pembicaraan perdamaian.

Raja Jordania tersebut kembali menyampaikan seruannya kepada masyarakat internasional agar menekan Israel untuk menghentikan kegiatan permukiman.

Pada Senin, pemimpin Liga Arab Amr Mussa menuduh Israel menyabot upaya AS untuk memulai kembali pembicaraan perdamaian Timur Tengah dan mengatakan ia mendukung penolakan Palestina untuk berunding sampai Israel menghentikan kegiatan permukiman.

Mussa mengatakan ia khawatir upaya diplomatik Washington mundur ke titik awal akibat penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan, prasyarat Palestina bagi dilanjutkannya pembicaraan.

Amerika Serikat sebelumnya mendesak penghentian total pembangunan permukiman baru Israel di Tepi Barat, tapi pada Sabtu (31/10), Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan tawaran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membatasi pembangunan baru "tak pernah terjadi sebelumnya".

Hillary tiba di Kairo pada Selasa untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak mengenai usaha perdamaian Timur Tengah.

Hillary memperpanjang lawatannya di kawasan itu setelah ia dikritik pada Sabtu karena memuji janji yang dikemukakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membatasi pertumbuhan permukiman. (ant/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar