KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netLaporan Departemen Tenaga Kerja, dipandang sebagai salah satu indikator terbaik momentum ekonomi, menunjukkan angka kehilangan pekerjaan bulan lalu mendekati 190.000.
Peningkatan ekonomi tidak cukup untuk mencegah lonjakan tingkat pengangguran yang untuk pertama kali mencapai dua digit selama lebih dari 26 tahun, dari 9,8% pada bulan September.
"Angka 10% tersebut akan mengambil semua judul berita, tapi dari sudut pandang analisis laporan itu tidak seburuk bulan lalu," kata Cary Leahey, ekonom senior di Decision Economics.
"Tapi jika anda politikus di Washington, ini jauh lebih buruk daripada bulan lalu."
Leahey mengatakan bahwa walaupun angka kehilangan pekerjaan menyempit, perbaikan telah terhenti.
"Laporan angka pengangguran ini lemah mulai kuartal keempat," katanya. "Ini konsisten dengan sangat dalamnya (resesi) atau pemulihan berbentuk huruf W."
Christina Romer, Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Presiden Barack Obama, mengatakan laporan itu "memuat baik tanda-tanda harapan untuk pemulihan dan bukti bukti terus melemahnya pasar tenaga kerja yang menyakitkan."
"Tingkat pengangguran yang mencapai dua digit sebenarnya mengingatkan pada berapa banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan sebelum keluarga Amerika melihat kenaikan jumlah pekerjaan dan mengurangi pengangguran yang layak mereka dapatkan," kata Romer.
Kenaikan tingkat pengangguran terjadi, bahkan ketika lembaga itu merevisi jumlah pekerjaan yang dipangkas dua bulan sebelumnya.
Daftar gaji di sektor non pertanian turun sebesar 219.000 pada bulan September (bukan yang sebelumnya perkiraan 263.000) dan 154.000 pada bulan Agustus (revisi dari 201.000).
"Angka pekerja sendiri ketika Anda melihat revisi tidak semuanya buruk, tapi judul dari 10% sangat besar secara psikologis," kata Robert MacIntosh, ekonom di Eaton Vance.
MacIntosh mengatakan bahwa jika kecenderungan ini terus berlanjut, perekonomian dapat melihat naiknya jumlah pekerjaan pada bulan Januari atau Februari, namun demikian tingkat pengangguran dapat meningkat sejalan dengan angkatan kerja dan pertumbuhan penduduk.
"Ini berarti lebih lambat, pemulihan ekonomi lebih membuat frustasi," katanya.
Secara keseluruhan, laporan bulanan itu lebih buruk dari perkiraan tingkat pengangguran sebesar 10% dan angka hilangnya pekerjaan sampai 175.000, meski cenderung meningkat.
Jumlah pengangguran meningkat menjadi 15.7 juta orang. Sejak awal resesi pada bulan Desember 2007, jumlah pengangguran telah meningkat sebesar 8,2 juta dan tingkat pengangguran telah tumbuh 5,3%, kata Departemen Tenaga Kerja.
Jumlah tenaga kerja di sektor produksi barang menyusut 129.000 pekerjaan selama sebulan, termasuk 61.000 di manufaktur dan 62.000 di konstruksi. Sektor jasa kehilangan pekerjaan 61.000 selama sebulan, dan di sektor eceran mencapai 40.000.
Laporan itu menunjukkan peningkatan pekerjaan profesional dan bisnis jasa mencapai 18.000, dan 45.000 pekerjaan di sektor pendidikan. Pegawai negeri tidak berubah.
Angkatan kerja secara keseluruhan turun 31.000, menunjukkan lebih banyak orang berhenti mencari pekerjaan.
Agregat jam kerja di sektor swasta, kadang-kadang dilihat sebagai mewakili kegiatan ekonomi, turun 0,2%. Tapi penghasilan per jam naik 0,3% karena tertolong oleh meningkatnya kerja lembur.
Nigel Gault, ekonom di IHS Global Insight, mengatakan ada "kerlip harapan" dalam laporan, termasuk tambahan 34.000 pekerjaan sementara dan kenaikan jam lembur di sektor manufaktur.
"Kami berharap penurunan pekerjaan mereda, sejak kita berharap bahwa kenaikan produktivitas akan melambat dan perusahaan akan menemukan bahwa mereka harus menciptakan pekerja baru untuk mempertahankan pertumbuhan produksi," kata Gault.
"Peningkatan tambahan yang tersedia melalui sensus pekerjaan mungkin cukup untuk mengembalikan pertumbuhan pekerjaan menjadi positif pada Maret."
Perekonomian terbesar di dunia ini tumbuh berdasarkan penyesuaian musiman pada tingkat tahunan mencapai 3,5% selama periode Juli-September.
Peningkatan ini yang pertama sejak kuartal kedua 2008 dan ekspansi yang kuat sejak kuartal ketiga tahun 2007, ketika masalah di "subprime mortgage" memicu krisis keuangan global yang menghantam perekonomian dunia. (ant/meg)