KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netDalam insiden terpisah, situs Internet gerilyawan menuduh pemerintah telah melakukan "pembunuhan besar-besaran warga sipil", mengatakan 22 orang telah tewas dan 15 orang terluka ketika pasukan udara membom sebuah desa di daerah Razih dekat perbatasan dengan Arab Saudi.
Pertempuran di bagian utara Yaman meningkat sejak militer mulai desakannya terhadap gerilyawan, Agustus. Kelompok-kelompok bantuan, yang diberi akses terbatas ke provinsi di utara, mengatakan sekitar 150.000 orang telah melarikan diri dari rumah mereka.
AS dan Arab Saudi, pengekspor besar minyak, mengkhawatirkan pertempuran di bagian utara Yaman dan kerusuhan separatis di Yaman selatan dapat membantu memberi al Qaida markas baru untuk operasi.
UNHCR menyatakan korban sipil itu termasuk di antara 500 orang yang ditemukan mengungsi di sebuah kamp dekat kota Saada di Yaman utara.
Badan PBB tersebut menegaskan mereka itu tewas dan terluka akibat rentetan roket atau mortir dalam pertempuran hari Kamis.
"UNHCR telah dikejutkan dan dibuat sedih oleh laporan terakhir mengenai kematian dan penyerangan membabi-buta atas warga sipil Yaman yang telah terpaksa melarikan diri dari rumah mereka," UNHCR, yang bermarkas di Jenewa, mengatakan dalam satu pernyataan.
Seorang pejabat, seperti dikutip oleh kantor berita resmi negara itu, Saba, menyalahkan gerilyawan Syiah atas serangan di kamp tersebut.
Uni Eropa juga telah menyampaikan keprihatinan Selasa atas konflik di Yaman dan mendesak pemerintah untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi hak asasi manusia dan menjamin hukum kemanusiaan internasional.
Muslim Syiah Zaidi di Yaman utara melancarkan pemberontakan mereka pada 2004, dengan mengeluhkan marginalisasi politik, ekonomi dan agama di negara Semenanjung Arab yang miskin itu. (ant/bee)