< >

Perusahaan Korea Minat Investasi di Malut

Kamis, 05 November 2009 12:04
Kapanlagi.com - Perusahaan asal Korea, PT AGB AIS tertarik menanamkan modal di bidang usaha pengolahan sabut kelapa dan kayu bekas serta tambang bijih besi di Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan investasi awal sebesar US$20 juta.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Malut, Abubakar Abdullah mengatakan di Ternate, Kamis (5/11), pimpinan perusahaan tersebut, Kim Tae Seong telah menemui Gubernur Malut, Thaib Armaiyn untuk menyampaikan keinginan menanamkan modal di Malut.

Investasi awal US$20 juta tersebut akan dialokasikan PT AGB AIS untuk pengolahan sabut kelapa dan kayu bekas, sedangkan untuk tambang bijih besi investasi yang akan ditanamkan perusahaan itu belum disebutkan.

Menurut Abubakar, Gubernur Thaib menyambut positif keinginan perusahaan asal Korea tersebut karena akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Malut.

Selain itu, kehadiran perusahaan tersebut akan membuka lapangan kerja bagi para pencari kerja di Malut serta memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat setempat.

"Gubernur Thaib telah memerintahkan Kadis Pertanian Malut untuk segera mensurvei lahan yang akan dijadikan lokasi usaha perusahaan tersebut. Mereka (perusahaan) membutuhkan lahan sedikitnya 20 ha sampai 50 ha," katanya.

Gubernur Thaib juga telah menjanjikan kepada perusahaan asal Korea tersebut bahwa pemprov akan memberikan berbagai kemudahan baik dalam hal perizinan maupun dukungan sarana dan prasarana penunjang investasi.

Abubakar mengatakan, Malut belakangan ini semakin banyak diminati investor baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik menanamkan modal di berbagai sektor seperti perikanan, pertambangan, perkebunan dan pariwisata.

Sebanyak tujuh investor asal Filipina juga telah menyatakan keinginannya untuk menanamkan modal pada sektor perikanan di Malut, selain itu investor dari Italia untuk menggarap potensi pariwisata di Pulau Makian, Malut.

Banyaknya investor yang berminat menanamkan modal di Malut, selain karena besarnya potensi sumber daya alam daerah, juga karena gencarnya promosi investasi yang dilakukan pemda selama ini, katanya.

Kondisi keamanan di Malut yang semakin kondusif juga menjadi salah satu pendorong investor menanamkan investasi di Malut. Dulu ketika banyak dilanda konflik tidak ada investor yang berani menanamkan investasi di Malut.  (ant/meg)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar