KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bahkan, perempuan berdarah Bugis itu tergulai lemas dan pingsan sebelum selesai menggelar jumpa pers di Kantor Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, di Jakarta, Kamis (23/4). Akhirnya rencana untuk mendatangi Kantor Departemen Luar Negeri (Deplu) sementara dibatalkan. Daisy terlihat menahan tangis, dan kepedihan, khawatir dengan kondisi putrinya, yang diambil secara paksa.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Kamis (23/4), Daisy Fajarina diterima oleh Arimbi Heroepoetri selaku Ketua Sub Komisi Pemantauan Komnas Perempuan, untuk mengadukan kondisi putrinya, yang secara informasi telah diputus oleh keluarga kerajaan.
Tidak hanya itu, menurut Daisy, dirinya juga telah mengirimkan surat ke Deplu sejak sebulan lalu, namun belum ada tanggapan. Begitu pun surat yang dikirimkan kepada Ibu Presiden RI, Ny. Ani Yudhoyono, juga belum ada tanggapan.
"Saya sudah melaporkan ke Deplu sebulan yang lalu, tapi belum ada tanggapan apa-apa. Tapi setelah berita ini beredar. Deplu bersedia menfasilitasi saya bertemu dengan anggota kerajaan," terangnya. "SBY juga, ada orang yang mau menfasilitasi supaya bertemu dengan beliau. Surat kepada ibu Presiden saya sampaikan sebulan yang lalu, tapi belum juga ditanggapi," tambahnya.
Daisy berharap, pemerintah secepatnya bergerak, untuk memperjuangkan putrinya, sebelum kemungkinan buruk terjadi. Saat ini, menurutnya, belum terlambat untuk mengambil tindakan.
"Saya berharap pemerintah bisa bergerak cepat untuk anak saya, jangan sampai saya mendengar anak saya nggak ada, baru pemerintah ramai. Mumpung sekarang anak saya masih bisa diselamatkan," pungkasnya. (kpl/wwn/dar)

Bu Daisy trus berjuang dm anakmu yang tercinta jangan biarkan orang lain merampas kasihsayang ibu.saya tau betapa sakitnya hati ibu yang telah di zholimi oleh orang yang benci sama ibu tapi yakinlah bahwa ALLAH SWT slalu mendampingi ibu.Bu Daisy saya ingin skali bertemu dengan anda saya ingin mengobrol lebih banyak sama ibu tentang masalah yang ibu alami smoga ibu mau bertemu dngan saya.Wasalam.. (KOKO)

komnas juga kan mengikuti uu perlindungan anak, lha kalo anak di bawah umur di nikahkan kan melanggar hukum, bagaimana komnas ham mau mendunkung seorang ibu yang menikahkan anaknya yang di bawah umur, bukannya anak tersebut HAMnya di langgar ibunya sendiri ?

Walah ... ternyata Deplu ama IsPres pun tak peduli sama nasib ibu & anak ini. Cuma Media massa yg bikin "MELEK" semua kasus. Gimana nih negara RI ? Beginilah nasib org biasa.