< >

PM China Hadiri KTT Afrika di Mesir

Jum'at, 06 November 2009 13:35
Kapanlagi.com - Perdana Menteri China Wen Jiabao Jumat bertolak ke Mesir untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) dengan para pemimpin Afrika.

Beijing berusaha memperluas pengaruh diplomatik dan ekonominya di benua yang kaya sumber daya alam itu.

Wen akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak, dan Perdana Menteri Ahmed Nazif, sebelum menghadiri Forum Kerjasama China-Afrika yang dimulai Ahad, di kota pantai Sharm el-Sheikh, di Laut Merah.

Perusahaan-perusahaan China telah mengucurkan investasi di bidang minyak dan bahan baku lain di Afrika, dalam rangka mencukupi bahan bakar negaranya yang ekonominya sedang mengalami pertumbuhan pesat.

Pada KTT China-Afrika terakhir, di Beijing pada 2006, China berjanji akan meningkatkan bantuan dan berikrar akan meningkatkan hubungan dagangnya dengan benua itu.

"Bantuan dan pinjaman China kepada negara-negara Afrika yang bersifat jangka panjang dilanjutkan," kata juru bicara menteri luar negeri, Ma Zhaoxu, kepada para wartawan pekan lalu.

Dia mengatakan bahwa suatu peta jalan untuk kerjasama pada kurun 2010-2012 akan ditetapkan pada pertemuan itu.

Investasi langsung China di Afrika telah melonjak dari 491 juta dolar pada 2003 menjadi 7,8 miliar dolar pada 2008.

Volume perdagangan antara kedua pihak juga meningkat sepuluh kali lipat sejak dimulainya sepuluh tahun lalu.

Wen didampingi oleh Menteri Luar negeri Yang Jiechi dan Menteri Perdagangan Chen Deming, di samping dengan para pejabat senior lainnya, kata kantor berita resmi Xinhua dalam laporannya.

Beberapa kritikus Barat menuduh China memperkeruh penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Afrika, dengan mendukung negara-negara seperti Sudan dan Zimbabwe dalam rangka meningkatkan akses sumber daya alamnya yang penting.

Namun para pengamat lain mengatakan, kedekatan hubungan antara kedua pihak difokuskan pada bidang industri, yang akan meningkatkan pembangunan Afrika seperti di sektor pertanian, tenaga listrik, transportasi dan penyaluran air.

China juga dipandang sebagai pemain penting dalam mengakhiri perang enam tahun antara pemerintah Sudan dan para pemberontak di Darfur.

Perannya itu membuatnya menjadi pemasok senjata ke Sudan dan importer minyak dari negara itu.  (ant/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar