< >

Presiden China Ingin Bertemu Lien Chan

Sabtu, 14 November 2009 20:08
Kapanlagi.com - Presiden China Hu Jintao Sabtu bertemu dengan politisi terkemuka Taiwan Lien Chan, kata seorang pejabat China kepada AFP. Pembicaraan yang jarang terjadi itu diperkirakan mencakup perjanjian perdagangan.

"Presiden Hu bertemu dengan Lien Chan pagi ini dari pukul 09:00 sampai 09:45 waktu setempat. Kami bisa benarkan hal itu," kata seorang wanita juru bicara pemerintah China kepada AFP.

Dia menambahkan bahwa ia tak punya detil mengenai isi pembicaraan mereka.

Kedua pihak telah menyatakan harapan bahwa perundingan yang dilakukan di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) APEC di Singapura itu, akan dipandang sebagai kemajuan ke arah Perjanjian Kerjasama Ekonomi yang diusulkan.

Menteri Perdagangan China Chen Deming Jumat mengatakan, dia meyakini bahwa pertemuan itu akan `menghasilkan sesuatu.`

Lien mengatakan, dia berharap kedua pihak akan menyepakati perjanjian itu `secepat mungkin.`

"Kami mengantisipasi bahwa kami akan punya peluang untuk mendapatkan pandangan-pandangan (Hu) mengenai masalah yang sangat penting ini," katanya menjelang pertemuan Sabtu.

"Kami berharap bisa menyelesaikan seluruh proses pada tahun depan," kata Lien, yang menjabat sebagai wakil presiden pulau yang berpemerintahan sendiri itu, dari 1996-2000.

"Saya tak mengantisipasi adanya persoalan yang tidak bisa diatasi dalam masalah ini," tambahnya.

KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik dihadiri termasuk Hu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan 19 pemimpin dari negara-negara di Pasifik lainnya, yang berlangsung Sabtu hingga Minggu.

Hu dan Lien, ketua kehormatan partai Kuomintang yang berkuasa di Taiwan, mengadakan pertemuan langsung pada sidang APEC tahun lalu di Peru, di tengah menghangatnya hubungan kedua pihak berkaitan dengan pemilihan presiden 2008, yang dimenangkan oleh Presiden Ma Ying-jeou, yang bersahabat dengan China.

Peristiwa ini menandai pertemuan luar negeri tingkat tinggi antara kedua mantan pesaing yang berpisah sejak tahun 1949, setelah pecah perang sipil.

Perjanjian ekonomi dianggap akan membawa kedua pihak semakin dekat untuk memulihkan dan memadukan hubungan ekonomi mereka.

Presiden Taiwan dilarang China untuk ikut ambil bagian dalam KTT APEC, sebab China menganggap pulau itu adalah bagian wilayahnya. Biasanya, Taiwan diwakili oleh penasehat senior bidang ekonomi atau pimpinan dunia usaha. (ant/erl)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar