< >

Presiden Ekuador Pertimbangkan Pengakuan Georgia

Sabtu, 31 Oktober 2009 14:26
Kapanlagi.com - Presiden Ekuador Rafael Correa mengatakan, Jumat, ia akan mempertimbangkan pengakuan atas dua wilayah Georgia yang memisahkan diri jika kedua wilayah itu memintanya, yang mendorong Abkhazia untuk mengatakan mereka akan mengajukan permintaan itu dalam beberapa hari.

Baru dua negara Amerika Latin lainnya, Nikaragua dan Venezuela, yang mengikuti kepemimpinan Rusia dan mengakui kedua wilayah itu sebagai negara merdeka menyusul perang Rusia-Georgia Agustus karena wilayah kantung Ossetia Selatan.

"Jika kedua wilayah itu secara resmi minta Ekuador untuk mengakui mereka, kami akan mempertimbangkan dengan serius permintaan itu," kata Correa pada konferensi pers, Jumat.

Correa, pengecam Washington dan sekutu Presiden Venezuela Hugo Chavez, menyatakan ia mengharapkan Rusia akan memberikan pada masa depan dana 2,5 miliar dolar untuk infrastruktur di Ekuador.

Namun ia mengatakan masalah pengakuan atas Abkhazia dan Ossetia Selatan tidak akan dibicarakan dalam tiga harinya di Moskow,

Abkhazia, sebidang tanah subur di dekat Laut Hitam yang memisahkan diri dari Georgia pada awal 1990-an dalam perang berdarah, menanggapi satu jam setelah pernyataan Correa dan menyatakan mereka akan mengajukan rencana bagi pengakuan itu pada Ekuador pekan depan, Interfax melaporkan.

"Dalam beberapa hari yang akan datang, kemungkinan pekan depan, Abkhazia merencanakan untuk minta Presiden Ekuador untuk mengakui kemerdekaan republik ini," kata sumber di kementerian luar negeri Abkhazia seperti dikutip oleh kantor berita tersebut.

"Kami akan tetap berhubungan dengan pemerintah Ekuador," kata sumber itu. (ant/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar