KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netDalam pidato pada acara peresmian proyek-proyek infrastruktur Maluku di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui, Ambon, Rabu (25/11), Presiden mengatakan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata untuk menciptakan kondisi yang lebih baik, namun merupakan tanggung jawab semua orang.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
"Jangan harapkan kesejahteraan bisa meningkat kalau ekonomi tidak tumbuh. Jangan harapkan ekonomi tumbuh kalau tidak ada investasi. Jangan harapkan investasi terjadi manakala keadaan tidak kondusif. Mari kita pahami benar, semua ikut bertanggung jawab. Tidak boleh hanya diserahkan kepada pemimpin semata, semua bertanggung jawab agar kondisinya baik," tuturnya.
Presiden mencontohkan keadaan Maluku yang mengalami konflik sosial pada 1999-2004 dan akhirnya tidak bisa membangun daerah selama peristiwa tersebut terjadi.
"Sama saja dengan Indonesia, kalau gaduh, panas-panasan, bagaimana investasi bisa datang, bagaimana ekonomi bisa berkembang? Sama saja," ujarnya.
Dalam pidatonya, Presiden juga menyampaikan keinginannya agar Indonesia menjadi negara yang selamat apabila terjadi lagi krisis keuangan yang melanda dunia.
"Kita ingin menjadi negara yang menang dalam era globalisasi untuk membangun perekonomian kita di waktu yang akan datang," ujarnya.
Cara menghindari dampak krisis keuangan dunia, menurut Presiden, adalah dengan mengurangi ketergantungan dari volume ekspor dan memperkuat ekonomi domestik.
Ekonomi daerah, lanjut dia, juga harus diperkuat dengan cara menarik investor ke daerah agar perekonomian daerah dapat tumbuh.
"Itulah gunanya desentralisasi dan otonomi daerah, dan investasi kita dorong ke daerah supaya masing-masing tumbuh. Kalau ekonomi masing-masing tumbuh, pertanian, industri, jasa, maka tidak harus kita mengandalkan perdagangan antarnegara. Kita bisa melakukan perdagangan dalam negeri, antarpulau, provinsi, dan daerah," tuturnya.
Namun, lanjut Presiden, kerjasama internasional dengan negara-negara lain di dunia tidak dapat dilupakan karena Indonesia masih membutuhkan investasi sebesar Rp2.000 triliun pertahun agar target pertumbuhan ekonomi tujuh persen pada 2014 dapat tercapai. (ant/dar)