KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netPemantauan ANTARA, pengunjuk rasa yang sebagian besar perempuan tersebut memulai aksinya di depan pintu gerbang pabrik sejak pukul 07.00 WIB.
Mereka kemudian melakukan orasi serta menyanyikan beberapa lagu nasional.
Aksi tersebut sempat memanas saat pengunjuk rasa mulai menggedor-gedor pintu gerbang pabrik dengan batu serta melemparkan botol air mineral ke dalam pabrik, meminta perwakilan dari pihak manajemen untuk keluar menemui para pengunjuk rasa.
Namun tidak ada satu pun perwakilan manajemen yang keluar. Pengunjuk rasa juga menghadang sebuah mobil yang akan masuk ke area pabrik.
Koordinator lapangan aksi, Eliyawati mengatakan, para buruh menuntut pihak manajemen untuk membayar sisa THR yang baru diberikan setengah dari gaji mereka. Beberapa buruh bahkan mengaku hanya diberi THR sebesar Rp100 ribu.
Upah untuk sekitar 400 orang buruh pabrik garmen tersebut berkisar antara Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per bulan. Mereka semua berstatus karyawan kontrak.
Eliyawati mengatakan, selain meminta pembayaran THR, para buruh juga meminta kenaikan uang makan yang saat ini hanya dibayarkan sebesar Rp500 per hari.
"Kami minta minimal uang makan Rp2.000 per hari," katanya.
Para buruh juga mempertanyakan slip gaji yang tidak pernah mereka terima serta seringnya gaji mereka dipotong tanpa alasan yang jelas.
"Saat gajian kami hanya menerima uang, tidak pernah ada slip. Gaji kami juga sering dipotong tanpa ada kejelasan untuk apa," katanya.
Dua orang pengunjuk rasa sempat pingsan saat aksi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak manajemen yang bisa ditemui untuk konfirmasi.
Sebelumnya pada Senin (2/11), para buruh tersebut melakukan aksi serupa di pintu gerbang pabrik. Sempat terjadi kericuhan pada aksi tersebut saat demonstran yang berada di luar pabrik memaksa karyawan lain yang berada di dalam pabrik untuk keluar dan bergabung dengan mereka. (ant/meg)