KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"Samarinda rawan kebakaran karena curah hujan sangat rendah atau 150 mm/bulan sehingga menimbulkan suhu udara cukup ekstrim. Jadi perlu kewaspadaan semua pihak, misalnya para petani jangan membuka ladang dengan sistem pembakaran, karena kobaran api bisa tidak terkendalikan," kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Temindung Samarinda, Raden Ishak di Samarinda, Senin (22/6).
Berdasarkan data BMG Bandara Temindung Samarinda itu, maka Ibukota Provinsi Kaltim sejak awal Juni hingga Oktober 2009, sangat rawan mengalami musibah kebakaran, karena mengalami musim kemarau dengan suhu udara cukup ekstrim.
"Selama Juni 2009 ini curah hujan sangat rendah hanya sekitar 150 mm bahkan kurang. Hal itu yang menyebabkan cuaca terasa panas menyengat," papar dia.
Berdasarkan perkiraan BMG menyebutkan bahwa sejak Juni hingga Oktober 2009, Samarinda mengalami musim kemarau bahkan bisa lebih panjang melampaui bulan Oktober.
"Tanda-tanda kemarau saat ini sudah bisa dirasakan, cuaca sangat menyengat dan curah hujan mulai berkurang, kalau terjadi hujan itupun hanya rintik-rintik dan tidak merata," imbuh dia
Berdasarkan data perkiraan cuaca itu maka Kota Samarinda pada 21 Juni dari pukul 07:00 WIB hingga 22 Juni 2009 pukul 07:00, Cuaca berawan, Suhu 25- 34 Derajat Celsius, Kelembaban 55 sampai 92%.
Raden Ishak menjelaskan bahwa dengan datangnya musim kemarau, maka biasanya sering terjadi kebakaran, sehingga warga diminta untuk tetap berhati-hati terhadap bahaya kebakaran hutan maupun lahan bahkan dapat terjadi pada pemukiman warga.
"Jika ada warga yang memanfaatkan musim kemarau dengan membakar semak belukar untuk membersihkan lahan untuk berladang maupun kebun, maka harus diawasi dan berhati-hati, karena jika lalai maka bisa merembet lebih luas dan sulit untuk dipadamkan," papar dia. (kpl/bar)