KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa MobilPenyelesaian apartemen bersubsidi di Kemayoran ditandai dengan prosesi pengecoran atap (topping off) yang dilaksanakan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (5/3).
Menurut Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Soegoto yang ditemui di sela-sela prosesi topping off mengatakan, menara yang diselesaikan tower A3 dari rencana 5 tower masing-masing 20 lantai.
Pembangunan dilaksanakan dua tahap di atas lahan 1,7 hektar, tahap I dibangun tiga tower A1, A2, dan A3. Mengenai anggapan lambatnya pembangunan Rusunami Kemayoran, menurut Himawan kini terhapus dengan selesainya legal formal status lahan dengan terbitnya Keputusan Menkeu No. 384 tahun 2008 tanggal 27 November 2008 mengenai nilai jual tanah negara untuk pembangunan Rusunami.
Kebijakan ini, kata Himawan, kemudian direspon positif Badan Pengelola Komplek Kemayoran (BPKK) yang menyerahkan lahan kepada Perumnas untuk dibangun Rusunami.
Pembangunan 5 menara apartemen bersubsidi Kemayoran menyediakan 1800 unit hunian yang diharapkan selesai secara keseluruhan pertengahan 2009 dan awal 2010.
"Pembangunan Rusunami Bandar Kemayoran diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam mengurangi jumlah komuter dan kemacetan lalu lintas ibukota," ujarnya.
Perumnas saat ini terus berinisiatif mencari peluang dan melakukan terobosan-terobosan untuk menyukseskan program hunian di perkotaan melalui Rusunami dengan memanfaatkan lahan pemerintah, BUMN dan swasta, ujarnya.
Rusunami Kemayoran sebanyak 5 menara ini merupakan bagian dari 31 menara di Jabotabek. "Tower A3 sudah masuk tahap akhir, setelah topping off tinggal pekerjaan penyelesaian akhir (finishing). Pembangunan menggunakan sistem pre cast sehingga dapat dilaksanakan secara cepat," tuturnya.
Untuk struktur menara A1 dan A2 saat ini sudah mencapai lantai lima belas. Saat ini terdaftar 8.000 peminat yang sebagian besar PNS, TNI/ Polri.
Mengingat peminatnya banyak maka seleksi dilaksanakan secara ketat dengan menerapkan sistem zonasi. Ke depan, kata Himawan, Perumnas berkeinginan menjadi National Urban Development Corporation (NUDC) untuk membangun dan menata komplek hunian vertikal dan menjalankan fungsi estate management perkotaan yang baik.
"Dengan paradigma baru Perumnas dapat membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan penataan kawasan permukiman perkotaan yang efisien dengan Ruang Terbuka Hijau yang memadai. (kpl/meg)