< >

SBY Tetapkan 45 Program 100 Hari Kabinet

Kamis, 05 November 2009 23:49
Kapanlagi.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan 45 program yang dijadikan program 100 hari kerja kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan 15 diantara merupakan program prioritas.

"Satu penggal waktu yang penting program 100 hari, karena itu merancang, menyusun dan mendengar rekomendasi dan hari ini saya tetapkan, semata agar 100 hari pertama bisa lakukan kegiatan penting sehingga 5 tahun pertama bisa baik dan lima tahun mendatang lebih baik dibanding sebelumnya," kata Presiden usai sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Kepala Negara mengatakan 15 program utama itu merupakan hal-hal yang harus segera diselesaikan.

"Dari 45 program itu, saya tetapkan 15 diantaranya adalah program pilihan yang mendesak untuk dilaksanakan selama 100 hari ini," katanya.

Program-program prioritas itu adalah, pemberantasan mafia peradilan dengan membuka Kotak Pos 9949 yang menerima pengaduan masyarakat serta berbagai pihak.

"Pemberantasan mafia hukum, yang saya sebut mafia berkaitan hukum adalah mereka yang melakukan berbagai kegiatan yang merugikan pihak lain misalnya makelar kasus, suap, pemerasan, jual beli perkara, mengancam saksi, mengancam pihak lain, pungutan yang tidak semestinya," katanya.

Presiden menekankan hal itu karena hal tersebut disamping merusak rasa keadilan dan kepastian hukum juga merugikan secara material dan mendatangkan keuntungan yang tidak halal bagi pelakunya.

Program prioritas kedua adalah revitalisasi industri strategis. Presiden juga berturut-turut menetapkan penanggulangan terorisme, peningkatan daya listrik, sektor produksi dan ketahanan pangan serta revitalisasi pabrik pupuk dan gula.

Selain itu juga ditetapkan program utama penggunaan tanah dan tata ruang, penyelesaian cetak biru pengembangan infrastruktur, pengucuran kredit usaha rakyat dan pendanaan pembangunan serta investasi.

Lima program utama terakhir adalah berturut-turut bidang lingkungan hidup, kesehatan, pendidikan, penanganan bencana dan sinkronisasi kerja pusat dan daerah baik di pemerintahan maupun sektor swasta.

"Setelah ini akan lebih banyak bekerja, rencana yang baik ini baru 30 persen dari keberhasilan, bila kita tidak ada rencana dan arah apa yang kita laksanakan maka akan gagal mencapai target," kata Presiden.

Sidang kabinet berlangsung sejak pukul 10:00 WIB hingga pukul 16:00 WIB dan dihadiri oleh seluruh menteri kabinet Indonesia Bersatu.  (ant/dar)




KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar