< >

Soetrisno Bachir Silaturahmi ke Sri Sultan HB X

Minggu, 29 Maret 2009 12:18
Kapanlagi.com - Pertemuan silaturahmi dua tokoh nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir bisa diartikan sebagai pintu pembuka menuju kerjasama selanjutnya.

"Pertemuan ini menjadi pembuka untuk kerjasama berikutnya. Setelah pemilihan umum (Pemilu) legislatif tentunya akan dilanjutkan dengan pemilu presiden," kata Soetrisno Bachir usai bertemu dengan Gubernur DIY tersebut di Yogyakarta, Sabtu (28/03) petang.

Menurut dia, silaturahmi dengan Sri Sultan HB X yang dilakukan untuk keempat kalinya tersebut bertepatan dengan kampanye terbuka yang digelar PAN di lapangan parkir stadion Mandala Krida, namun pada kesempatan tersebut tidak dapat hadir karena pesawat yang membawa dirinya dari Batam datang terlambat.

"Apabila tidak pernah melakukan silaturahmi dan kemudian tiba-tiba mengajak kerjasama tentu akan terasa aneh, tetapi kalau sudah bertemu beberapa kali maka ajakan kerjasama tersebut akan terasa lumrah," ujarnya.

Sutrisno juga menyatakan, kerjasama lanjutan atau koalisi tersebut juga didasarkan atas perkiraan tidak akan ada satu partai politik (parpol) peserta pemilu yang akan memenangi 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen suara nasional sebagai syarat mengajukan calon presiden.

"Bahkan Partai Golkar juga belum secara resmi mengajukan calon presiden dalam pemilu presiden nanti," lanjutnya.

Ia menambahkan, Indonesia tidak hanya dibangun oleh sebuah parpol atau oleh pasangan presiden atau wakil presiden saja, tetapi juga semua elemen bangsa.

PAN baru akan menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden setelah pemilu legislatif, sehingga pada saat itu sudah diketahui kondisi yang sebenarnya.

Sementara itu, Sri Sultan HB X menyatakan bahwa tidak ada pilihan selain melakukan koalisi antar parpol, namun diingatkan bahwa koalisi tersebut agar tidak diartikan secara sempit.

Menurut dia, koalisi bukan diartikan dalam jajaran kabinet oleh seorang pemimpin tetapi juga mau mendengar aspirasi dari parpol yang bergabung dalam koalisi.

"Sehingga seorang pemimpin tidak hanya mengibarkan bendera parpol sendiri tetapi juga bendera parpol lain, dengan demikian tercipta kerukunan untuk bersama-sama membangun masa depan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh nasional sepakat bahwa kebhinekaan dan kesatuan perlu terus dijaga dan jangan sampai terpecah belah hanya karena pesta demokrasi lima tahunan tersebut.  (kpl/riz)

 Pesan dari sponsor 

KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


BERITA TERKAIT