< >

Taliban Kembali Kecam Tindakan PBB di Afghanistan

Jum'at, 06 November 2009 19:42
Kapanlagi.com - Taliban Jumat melancarkan serangan verbal terhadap Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yang menempatkan 600 staf asingnya di Afghanistan setelah kelompok milisi menyerang salah satu dari wisma tamunya di Kabul beberapa hari lalu.

Dalam pernyataan di laman jejaringnya, Taliban menuduh PBB "menekan dan menindas" masyarakat Muslim sementara mereka mendukung "para penyerang yang arogan."

Keputusan PBB untuk sementara menarik 600 staf asingnya - lebih dari 50 persen dari jumlah sebelumnya - dilakukan sebagai respons atas serangan Taliban terhadap sebuah hotel sembilan hari lalu, yang menewaskan lima pekerja PBB dan dua warga Afghanistan.

Menyinggung pada janji Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menyeret pelaku serangan ke pengadilan, Taliban menuduh badan dunia itu sebagai penjahat "yang bikin heboh" di dalam delapan tahun sejak rezim Islam ditumbangkan dari kekuasaan.

"Mereka telah berandil dalam aksi pembantaian besar-besaran rakyat Afghanistan dan menjadi penyebab meletusnya tragedi serta penderitaan yang diderita rakyat Afghanistan.

"Selama delapan tahun terakhir ini, tak pernah ada seharipun yang berlaku tanpa serangan brutal pasukan Amerika dan Barat, pembunuhan atau penyiksaan terhadap rakyat kami, atau tidak mengganggu nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan kami," katanya.

Lebih dari 100.000 tentara asing kini berada di bumi Afghanistan untuk memerangi Taliban, dan Presiden AS Barack Obama mempertimbangkan permintaan komandannya di lapangan, Jenderal Stanley McChrystall, untuk memperkuat pasukannya dengan menambah puluhan ribu lagi.

Pada Selasa, lima tentara Inggris tewas ditembak oleh seorang polisi Afghanistan yang melatih mereka, dalam insiden yang dipandang luas sebagai bukti adanya penyusupan Taliban di tubuh pasukan keamanan Afghanistan.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar Inggris mengatakan kepada AFP, bahwa suatu penyelidikan gabungan antara petugas Afghanistan dan NATO kini dilakukan untuk memeriksa pembunuhan itu, dan pengejaran terhadap orang bersenjata tersebut masih terus berlangsung.

Di Kabul saja, sekitar 100 warga sipil telah tewas dalam serangan-serangan bunuh diri dalam beberapa bulan terakhir ini, yang diakui dilakukan oleh kelompok Taliban.

Makin banyak orang sipil ketimbang warga asing, termasuk tentara yang berperang di bawah komando AS dan NATO, yang tewas dalam serangan Taliban, di seluruh negeri itu.  (ant/dar)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar