KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netIa menjelaskan, Papua sebagai provinsi dengan wilayah yang luas dan topografi dan cuaca yang tergolong ekstrim, angkutan udara berupa pesawat perintis menjadi sangat dominan. Namun, dalam sisi pelayanannya belum tergolong aman.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
"Kurangnya sistem teknologi navigasi yang handal dalam pesawat seperti pemantau cuaca berpengaruh besar bagi keselamatan penerbangan itu sendiri," ujarnya. Ia juga mengakui, sisi pelayanan dari pihak pemerintah kepada dunia penerbangan perintis khususnya di Papua yang belum optimal juga ikut mempengaruhi.
"Kami mengakui, pilot memang berpengalaman dalam menghadapi medan di Papua, namun bila dihadapkan pada masalah cuaca yang tidak menentu maka teknologi dalam pesawat seperti radar dan pemantau cuaca menjadi faktor penentu," terang Hanggoro.
Belajar dari kondisi ini, yang perlu diperkuat adalah, setiap perusahaan penerbangan harus melengkapi pesawatnya dengan teknologi navigasi yang handal dalam pesawat. Sementara Pemerintah sendiri, lanjut Hanggoro, ke depannya juga akan memberikan bantuan alat navigasi penerbangan kepada penerbangan perintis tersebut.
Namun, dengan sejumlah keterbatasan yang dimiliki, bantuan itu akan diberikan secara bertahap. "Awalnya kami harus mendata dulu pada setiap perusahaan penerbangan, jalur mana yang agak ekstrim dan mendesak untuk dilengkapi dan diberikan bantuan alat teknologi navigasi dimaksud," ujarnya. Pemerintah juga, tambahnya, ke depannya akan menginstruksikan kepada operator untuk segera menertibkan pesawat yang tidak memiliki alat navigasi yang lengkap.
"Selama ini saya melihat, penerbangan perintis di Papua hanya mengandalkan penguasaan medan dan pengalaman pilot yang menerbangkan pesawat," terangnya. (ant/cax)