KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"Ini tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan layanan Speedy Internet Broadband Access yang merupakan salah satu produk layanan Telkom kini dan masa mendatang," kata General Manajer Kandatel Telkom Provinsi Aceh, Zarwilis Yunus di Banda Aceh, Jumat.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Perusahaan telekomunikasi ini terus berupaya melayani pelanggan akses internet pita lebar itu di seluruh kabupaten/kota provinsi yang dilanda bencana alam gempa bumi dan tsunami dahsyat 26 Desember 2004, termasuk Aceh Singkil yang diresmikan sekitar Mei 2009.
Telkom mencoba menawarkan akses Speedy dengan kecepatan up to 1 Mbps. Lalu layanan Speedy Multi Speed kemudian Triple Play, telepon kabel bisa dimanfaatkan untuk akses internet kecepatan tinggi dan layanan TV Cable/IPTV bersamaan, katanya didampingi Deputi GM Kandatel Aceh Mochamad Ma'rufin.
Semua ini sejalan dengan program Aceh Cyber Province seperti yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Aceh. Apa yang diprogramkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terkait perkembangan teknologi yang begitu cepat dan maju pesat sesuai kebutuhan masyarakat, katanya.
Terkait rencana layanan di Kecamatan, Mochamad Ma`rufin mengatakan sudah ada permintaan lima kabupaten bagi penyediaan layanan teknologi tinggi tersebut dan pada prinsipnya Telkom menyambut baik dan sedang sekarang sedang membuat usulan ke Kantor Pusat.
Direktur NWS Telkom Ermadi Dahlan mengatakan, pertumbuhan pengguna Speedy hampir semua kabupaten/koya di Indonesia. Telkom akan memperluas layanannya hingga ke kecamatan dan kelurahan di daerah yang masyarakatnya memiliki minat terhadap akses Internet berkecepatan tinggi itu.
Telkom kini sedang menyiapkan teknologi masa depan di Aceh dengan membangun hampir 1000 km serat optik bagi jaringan akses Broadband dan jaringan utama (backbone) mulai tahun 2009 ini.
Lokasi yang dibangun antara lain PantonLabu dan Lhoksukon (Aceh Utara), Geudong dan Lhokseumawe (Kota Lhokseumawe), Bireuen, Jeunib dan Samalanga (Kabupaten Bireuen), Banda Aceh, Blang Pidie (Abdya) Kuta Fajar (Aceh Selatan), Subulussalam (Kota Subulussalam), Langsa dan Meulaboh (Aceh Barat).
"Jika sarana teknologi ini sudah siap dikerjakan, Telkom akan menawarkan layanan Home Digital Environment dengan kecepatan hingga 10 Mbps. Kami berupaya semua itu dapat terwujud," kata Zarwilis seraya menambahkan layanan ini bisa dimanfaatkan kapan saja, baik di rumah maupun di kantor.
Setiap rumah bisa memiliki layanan Telekomunikasi murah berbasis IP, Home Office (layanan bisa berkantor di rumah), Home Entertainment (Hiburan di rumah meliputi IPTV/TVCable, Video On Demand, Web Radio, Game Online) dan Home Security & Surveillance (remote CCTV (Webcam dan multi alarm untuk keamanan rumah).
Layanan teknologi canggih ini akan dapat dinikmati pelanggan Telkom di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, terutama daerah yang terjangkau jaringan kabel. Jaringan kabel ini ke depan akan diarahkan melayani masyarakat dengan kelas kebutuhan tertentu.
"Layanan lain yang kemungkinan diluncurkan dengan teknologi tinggi Broadband Access for Enterprise untuk pelayanan premium korporasi/perkantoran dan Broadband Wireless Access bagi kalangan umum dengan kebutuhan mobilitas tinggi," kata Zarwilis. (kpl/roc)