KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net"Kami siap bersaing secara sehat. Pasar Indonesia sangat besar, masih banyak peluang untuk tumbuh dan berkembang," kata Komisaris PT Tonijack's Indonesia Suryo B Sulisto, di Jakarta, Jumat (6/11).
Hal itu dikemukakannya menanggapi permintaan McDonald Corporation kepada Bambang N Rachmadi agar menghentikan operasi Tonijack's.
Bambang mengakui sebenarnya memiliki hak waralaba McDonald sampai tahun 2014, namun pada September 2009 hak waralabanya dicabut, dan kini masih dalam proses pengadilan untuk menuntut haknya terkait penjualan hak waralaba McDonald ke pengelola Teh Botol Sosro.
Suryo mengharapkan pihak McDonald tidak melakukan kampanye hitam dan bersaing secara sehat dengan resto cepat saji dengan merek dagang asli Indonesia itu. "Namanya memang kebarat-baratan, tapi ini asli Indonesia, sehingga tidak bayar royalti yang membuat harga makanan dan minumannya lebih bersaing dan terjangkau," katanya.
Sementara itu Dirut PT Tonijack's Indonesia Didit Permana mengatakan pihaknya akan mengembangkan gerai dengan sistem waralaba mulai tahun depan. Saat ini, resto tersebut memiliki 13 gerai.
"Saat ini sudah ada sekitar 50 peminat waralaba, namun yang serius sekitar 15," kata Didit. Tahun depan pihaknya juga berencana menambah lima cabang baru.
Pengembangan sistem waralaba untuk perluasan gerai akan difokuskan di Jawa dan Bali, setelah itu Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. (ant/meg)