< >

Uzbekistan Bantah Tutup Perbatasan Dengan Kazakhstan

Rabu, 25 November 2009 22:48
Kapanlagi.com - Uzbekistan, Rabu membantah berita-berita bahwa pihaknya menutup perbatasannya dengan Kazakhstan, dan mengatakan mereka hanya memberlakukan peraturan keamanan ketat untuk memerangi meluasnya flu musiman.

Perbatasan itu tidak ditutup, tetapi beroperasi dibawah "tindakan karantina sementara," kata kantor berita resmi Uzbekistan, Jahon.

Pada hari Senin seorang juru bicara kementerian luar negeri Kazakhstan mengatakan Uzbekistan secara sepihak menutup perbatasan kedua negara dan Astana tidak menerima informasi mengenai alasan keputusan itu.

Kantor berita Uzbekistan itu mengatakan, Uzbekistan telah memberitahu Kazakhstan tentang tindakan yang ketat itu pada 13 November.

Kantor berita itu juga mengecam satu berita stasiun televisi swasta Rusia karena memberitakan penutupan itu dan menyatakan laporan itu direkayasa di Rusia untuk mengganggu hubungan antara dua negara Asia Tengah itu.

"Pada 23 November dalam siaran berita sorenya, jaringan televisi Rusia RBK menyebarkan sebuah pengumuman bahwa "Uzbekistan secara sepihak dan tanpa memberikan penjelasan menutup perbatasannya dengan Kazakhstan," katanya.

"Tidak ada bukti yang mendukung... dalam opini pihak Uzbekistan, ini dilakukan dengan tujuan menciptakan suasana ketegangan antara dua negara bertetangga Uzbekistan dan Kazakhstan," katanya.

Uzbekistan, negara paling banyak penduduknya di Asia Tengah, memiliki hubungan tegang dengan tetangga-tetangganya dan secara reguler menutup perbatasan dan pasokan gas ke Tajikistan dan Kyrgyzstan.

Walaupun ada kasus-kasus flu babi yang mematikan di Asia Tengah, pemerintah-pemerintah di kawasan itu telah berada dalam siaga tinggi dan rumor-rumor berjangkitnya penyakit itu telah menimbulkan kepanikan di kalangan penduduk wilayah itu.

Tuduhan itu juga datang pada saat hubungan antara Moskow dan Tashkent mencapai titik terendahnya dalam satu dasawarsa menyangkut rencana Rusia untuk membuka satu pangkalan militer di daerah Kyrgyzstan dekat perbatasan Uzbekistan.

Uzbekistan menanggapi dengan marah terhadap pengumuman penangkalan itu dan Presiden Uzbekistan Islam Karimov sejak itu nampak mengabaikan Kremlin dengan tidak menghadiri serangkaian pertemuan regional yang diselenggarakan Moskow. (ant/dar)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar