< >

Venezuela Pasok Narkoba ke AS

Sabtu, 24 Oktober 2009 11:37
Kapanlagi.com - Kebanyakan penerbangan tidak sah yang membawa narkotika Kolombia ke Amerika tengah dan Amerika Serikat kini bertolak dari Venezuela, kata Menteri Pertahanan Kolombia Gabriel Silva, Jumat (23/10).

Tuduhan tersebut dapat menambah tegang hubungan antara kedua negara bertetangga di Andea itu, yang telah terlibat percekcokan diplomatik yang telah mulai merusak perdagangan bilateral sebesar US$7 miliar per tahun.

Para penyelundup di Kolombia, yang masih menjadi produsen kokain nomor 1 di dunia, menggunakan Venezuela sebagai jalur persinggahan untuk mencapai pasar di Amerika Serikat dan Eropa, dan juga melakukan penyelundupan melalui Karibia, Afrika, Amerika Tengah dan Meksiko.

"Jumlah pelacakan radar yang dideteksi berasal dari Kolombia kecil. Sayangnya, jumlah pelacakan justru mendeteksi dan itu berakhir di daerah sekitar Honduras ... melewati wilayah Venezuela," kata Silva kepada wartawan.

Pemerintah AS menyatakan Venezuela telah menjadi jalur persinggahan utama bagi penyelundup Kolombia. Para penyelundup sekarang menggunakan jalur pelayaran dan bahkan kapal selam untuk mengangkut kokain dari Kolombia melintasi Pasifik ke Amerika Tengah dan pantai Meksiko.

Pemerintah Presiden Venezuela Hugo Chavez, pengeritik keras terhadap AS, telah menuduh agen negara Kolombia mengizinkan narkotika diselundupkan melalui negerinya. Ia membantah tuduhan pemerintahnya gagal menanggulangi penyelundupan narkotika.

Hubungan antara Karakas dan Bogota telah tegang oleh keputusan Presiden Kolombia Alvaro Uribe untuk memberi akses lebih besar kepada pasukan militer AS ke pangkalan di Kolombia sebagai bagian dari kerja sama guna memerangi penyelundup narkotika dan pemberontak sayap kiri.

Kolombia telah menerima lebih dari 6 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan dari Amerika Serikat sejak 2000 guna membantu perangnya melawan gembong narkotika dan pemberontak sayap-kiri paling lama di Amerika Latin. Konflik tersebut telah mengendur sejak pemberontak FARC telah melemah.

Uribe mengatakan kesepakatan pangkalan itu dengan Amerika Serikat hanya lah perpanjangan kerja sama saat ini. Namun Chaves, yang menuduh Washington berusaha menggulingkan dia, mengatakan pangkalan itu akan digunakan buat agresi terhadap negaranya, salah satu penghasil utama minyak dunia. (kpl/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar